
Teropong Indonesia News
PANEI – Kualitas pengerjaan proyek infrastruktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kembali menjadi sorotan. Bangunan intake atau pengambilan air baku sekaligus bendung penahan air di Umbul Bah Hissir, Nagori Sitolu Bah, Kecamatan Panei, diketahui sudah mengalami kerusakan parah dan bocor di bagian bawah pondasinya. Padahal, struktur tersebut baru selesai dibangun pada tahun 2025 lalu.
Kini, setahun kemudian, tepat di sebelah bangunan yang rusak itu, pihak PDAM kembali melakukan pengerjaan fisik baru yang diklaim menggunakan sistem swakelola.
Berdasarkan hasil pantauan langsung dan investigasi tim Teropong Indonesia News di lokasi pada Selasa (9/6/2026), terlihat jelas kondisi memprihatinkan pada bangunan tahun 2025 tersebut. Pondasi struktur beton utama terlihat menggantung, terbentuk rongga besar atau semacam terowongan air tepat di bawahnya, tempat pipa transmisi besi melintas.

Diduga kuat, saat pembangunan tahun lalu, konstruksi tidak ditanam cukup dalam hingga mencapai lapisan tanah keras di dasar sungai (tidak dilengkapi dinding penahan gerusan yang memadai). Akibatnya, arus air sungai yang terus mengalir berhasil mengikis dan menjebol bagian bawah pondasi, membuat bangunan masif tersebut kini tidak memiliki tumpuan tanah yang kokoh dan berisiko ambruk kapan saja.
Dibangun Tambahan di Samping
Menanggapi kondisi tersebut, pekerjaan yang berlangsung pada tahun 2026 ini difokuskan pada pembangunan struktur baru di sisi bangunan lama. Terlihat sejumlah pekerja sedang membangun dinding penahan tanah. Langkah ini diambil karena tanah di sekitar bangunan lama terus mengalami gerusan akibat arus air, sehingga dianggap perlu adanya penguatan tambahan.
Di lokasi terlihat tiga orang pekerja yang sedang melakukan pengerjaan secara manual. Kepala tukang di lokasi yang bernama Marga Parna menegaskan bahwa timnya hanya bertugas mengerjakan bagian tambahan tahun ini saja dengan sistem upah harian. Ia menegaskan tidak bertanggung jawab atas kondisi bangunan utama yang rusak.
“Kami hanya mengerjakan yang tahun ini saja, di samping ini, sistemnya kerja harian. Kalau bangunan tahun lalu yang bocor itu, bukan kami yang mengerjakan,” tegasnya.
Transparansi Anggaran Dipertanyakan
Ketiadaan papan informasi proyek atau plang yang memuat data anggaran, pelaksana, dan nilai pekerjaan di lokasi menimbulkan tanda tanya publik. Meskipun metode swakelola sering diterapkan untuk mempercepat penanganan, keterbukaan informasi tetap menjadi hak masyarakat untuk mengetahui apakah perencanaan dan pengelolaan dana telah berjalan efisien dan tepat sasaran.
Warga sekitar berharap pekerjaan tambahan tahun ini dirancang dengan perhitungan teknis yang matang agar tidak mengalami nasib yang sama seperti bangunan sebelumnya, sehingga investasi yang telah dikeluarkan tidak sia-sia dan dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang. 09 – DEWA







