
Petani Merugi, Belum Ada Bantuan dari Instansi Terkait
Teropong Indonesia News
SUMENEP – Menjelang masa panen padi pada Musim Tanam Kedua (MT2) atau musim kemarau yang semakin dekat, para petani di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep justru dilanda kekhawatiran mendalam. Tanaman padi yang sudah menguning dan siap dipanen ternyata diserang habis-habisan oleh hama tikus dan burung emprit, sehingga menyebabkan kerusakan yang cukup parah.

Ida Sulastri, salah satu petani setempat, mengaku sangat dirugikan oleh serangan hama kali ini. Bahkan lahan miliknya yang terlebih dahulu memasuki masa panen justru menjadi sasaran utama hama tersebut.
“Padi saya banyak sekali yang dimakan tikus dan burung. Sudah saya coba berikan racun tikus, tapi bukannya berkurang, populasinya malah terasa makin banyak dan datang terus-menerus,” ungkap Ida dengan nada kecewa, Selasa (5/7/2026).
Kondisi ini diperparah oleh pola tanam di sekitarnya. Banyak lahan tetangga yang beralih menanam tembakau, sehingga membuat tikus kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan, lalu berbondong-bondong berpindah ke sawah padi yang sudah mulai berisi bulir-bulir lebat.
Serangan hama ini menjadi momok nyata bagi para petani. Mereka khawatir hasil panen akan turun drastis, bahkan ada yang terancam gagal panen sama sekali. Padahal, biaya yang sudah dikeluarkan untuk pembelian bibit, pupuk, dan perawatan sejak awal tanam tidak sedikit.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah khusus, bantuan, atau penyuluhan teknis dari Dinas Pertanian dan instansi terkait untuk membantu warga menekan populasi hama dan menyelamatkan hasil pertanian mereka. Para petani pun berharap ada penanganan segera agar kerugian yang lebih besar dapat dihindari.
Pewarta. : RUDI – Korwil Madura






