Teropong Indonesia News
SIDOARJO — Ribuan warga Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, memadati jalanan desa dalam kemeriahan Karnaval Budaya dan Pawai Tematik memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di lapangan utama Desa Sidokepung sejak pukul 06.00 WIB tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Karnaval juga menjadi ruang bagi warga untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, persatuan dan gotong royong.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu wajib Hari Merdeka. Selanjutnya, Kepala Desa Sidokepung, Arintono, S.E., secara langsung melepas rombongan peserta pawai.
Pembukaan karnaval semakin meriah dengan penampilan marching band dari SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo yang mengawali perjalanan peserta menyusuri rute yang telah ditentukan.
Beragam tema diusung masing-masing Rukun Warga (RW). Barisan terdepan diisi rombongan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) bersama kelompok ibu-ibu Muslimat.
Pawai kemudian dilanjutkan dengan berbagai kreasi tematik dari setiap RW, yakni RW 01 mengangkat tema Pemerintahan, RW 02 Pendidikan, RW 03 Cerita Rakyat, RW 04 Profesi dan Pekerjaan, RW 05 Pahlawan Kemerdekaan, RW 06 Keagamaan, RW 07 Kerajaan Nusantara, dan RW 08 menampilkan Suku dan Budaya Nusantara.
Keberagaman tema tersebut menjadi gambaran bagaimana masyarakat Desa Sidokepung mengemas peringatan kemerdekaan melalui kreativitas sekaligus mengenalkan kembali nilai sejarah dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sidokepung Arintono menegaskan bahwa peringatan HUT RI harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat.
«“Kegiatan peringatan HUT RI ke-81 ini bukan sekadar panggung hiburan rakyat, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarwarga, serta merawat nilai-nilai sejarah dan kebudayaan bangsa di Desa Sidokepung,” ujar Arintono.»
Ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam kehidupan masyarakat desa.
Arintono juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyukseskan rangkaian kegiatan.
«“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga dan pikirannya. Tanpa komitmen, kerja keras, dan koordinasi yang solid dari panitia, pesta rakyat semeriah dan sekeren ini tidak mungkin terlaksana dengan lancar,” ungkapnya.»
Lebih lanjut, Arintono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersamaan sebagai modal utama dalam membangun Desa Sidokepung.
«“Saya mengajak seluruh warga Desa Sidokepung untuk sama-sama bergandengan tangan membangun Desa Sidokepung tanpa memandang suku, ras, golongan, maupun profesi, sesuai dengan tema kegiatan kita hari ini. Dengan begitu, keharmonisan dan kesejahteraan desa dapat terwujud secara nyata,” tegasnya.»
Usai menyelesaikan rute pawai, seluruh peserta kembali berkumpul di lapangan utama Desa Sidokepung. Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Remo, hiburan musik Diva Nada, serta pengundian doorprize bagi masyarakat.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Candra, memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib dan kondusif hingga selesai.
Karnaval budaya tersebut pun menjadi salah satu bentuk nyata kebersamaan masyarakat Desa Sidokepung dalam mengisi kemerdekaan. Bukan hanya melalui kemeriahan, tetapi juga lewat pesan persatuan, pelestarian budaya dan semangat gotong royong dalam membangun desa. Red

