Teropongindonesianews.com — Sejumlah Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menggelar pertemuan khusus dengan tokoh muda NU, H. R. M. Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy Yang Akrab Disapa Gus Lilur, di sebuah tempat di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung selama empat jam tersebut membahas secara mendalam dugaan praktik suap dan jual beli suara dalam perhelatan Muktamar.
Dalam perbincangan tersebut, Mereka membahas berbagai lokasi penyerahan uang muka (DP) hingga tempat pelunasan transaksi suara. Berdasarkan penuturan para Ketua PWNU, mayoritas eksekusi pelunasan DP tersebut dilakukan di Hotel Fatma, Jombang, yang merupakan milik Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Melalui keterangan tertulisnya, Gus Lilur menyayangkan sikap Saifullah Yusuf yang saat ini menjabat sebagai menteri di kabinet pemerintahan. Ia menilai ada kontradiksi besar antara realita praktik di lapangan dengan narasi kesucian moral yang ditampilkan ke publik.
“Bagaimana republik ini bisa maju jika menterinya adalah seorang aktor penipu yang pura-pura suci? Ibarat seseorang yang kedapatan mencuri sepatu, lalu datang ke KPK melakukan klarifikasi laksana seorang resi, padahal sebenarnya dialah dalang pencurian tersebut,” ujar Khalilur Rahman.
Pihaknya menilai bahwa publik saat ini sudah cerdas dan tidak dapat lagi dibohongi oleh retorika maupun pencitraan yang dibangun. Oleh karena itu, melalui rilis ini, pihaknya menyampaikan seruan tegas agar para pejabat publik menjunjung tinggi prinsip kejujuran, moralitas, serta nilai-nilai keadilan sosial.
“Sadarlah, semuanya sudah tahu kau berdusta. Buka dulu topengmu dan pensiun! Kami sudah muak dengan akting murahanmu,” tegasnya menutup pernyataan tersebut,.
● Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
● Salam Amar Makruf Nahiy Mungkar.
● Haji Raden Mas Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy
● Cicit Sayyidina Ali – Cicit Ken Arok
● Warga NU Anti Kyai Munafik
BiroTIN/STB

