Oplus_131072
Teropongindonesianews
BANYUWANGI – Kebuntuan pembentukan kepengurusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Bengkak akhirnya menemui titik terang setelah Camat Wongsorejo, Muhammad Mahfud, S.Sos., M.Si., turun tangan secara langsung. Melalui konfirmasi resmi via WhatsApp kepada Teropong Indonesia News, Camat Mahfud mengungkapkan adanya praktik “pemaksaan kehendak” oleh panitia lama yang menolak pergantian nama pengurus baru demi kepentingan masa lalu.
Dalam keterangannya, Camat Mahfud menyatakan telah memberikan teguran keras dan arahan langsung kepada Pj Kepala Desa Bengkak, Torik, S.H. Ia membongkar fakta bahwa daftar nama pengurus BUMDes era Pj Kades sebelumnya, Suryanto, sebenarnya masih memuat nama-nama lama yang seharusnya sudah diganti. Namun, ketika proses Musyawarah Desa (Musdes) hendak dilakukan, panitia lama justru menolak dan bersikeras mempertahankan struktur lama tersebut.
“Ini tidak bisa dibiarkan. BUMDes harus dikelola oleh orang-orang baru yang netral dan kompeten, bukan warisan konflik atau kepentingan kelompok lama,” tegas sumber dari lingkungan kecamatan terkait arahan Camat Mahfud.
Pj Kades Torik SH: “Insyaallah 2 Pekan Lagi Pendaftaran Dibuka”
Merespons tekanan dan arahan dari Camat Wongsorejo, Pj Kades Bengkak, Torik, S.H., akhirnya memberikan komitmen jelas. Dalam pernyataannya pada Selasa (13/10/2026), Torik berjanji akan segera merombak total proses seleksi.
“Insyaallah, dalam dua pekan ini panitia akan membuka pendaftaran untuk direktur BUMDes yang baru. Setelah itu, segera akan dimusdeskan untuk menetapkan kepengurusan yang sah dan transparan,” ungkap Torik.
Langkah cepat Camat Mahfud ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kecamatan Wongsorejo tidak akan mentolerir permainan kotor dalam pengelolaan aset desa. Publik kini menunggu realisasi janji Pj Kades Torik: apakah pendaftaran benar-benar dibuka secara adil, atau hanya sekadar formalitas untuk meredam amarah warga?
Masyarakat Desa Bengkak diminta untuk tetap mengawal proses ini. Jangan sampai “penyegaran” pengurus hanya ganti wajah, tapi pola kerjanya tetap sama.
(Adi)

