Teropong Indonesia News
PEKANBARU – Sebuah kebanggaan besar kembali terukir di dunia pendidikan tinggi Riau. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau resmi mewisuda 255 orang di Grand Ballroom Hotel Pangeran, Pekanbaru, pada 20 Oktober 2026. Angka ini menambah daftar panjang keberhasilan STIFAR Riau, yang hingga kini telah melahirkan 4.270 lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Wisuda Ketiga Program S2, ke-31 S1, ke-32 D-III Farmasi
Dalam laporannya, Wakil Ketua Bidang Akademis, Dr. Apt. Wira Noviana Suhery, M.Farm, menyebutkan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Ketua STIFAR Riau Nomor 1860.17.STIFAR.IX.2026, sebanyak 8 orang lulusan Magister Farmasi, 169 orang Sarjana Farmasi, dan 78 orang Ahli Madya Farmasi resmi dilantik pada hari bersejarah ini.

Ketua STIFAR Riau, Dr. Apt. Enda Mora, M.Farm, menyampaikan rasa syukur yang mendalam, “Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga ilmu yang kalian peroleh menjadi berkah, bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas. Kepada para orang tua, terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang tak ternilai selama ini.” Ujarnya.

Dr. Enda Mora juga mengungkapkan visi besar STIFAR Riau ke depan, institusi ini bertekad untuk berkembang menjadi Institut Farmasi. Dua program unggulan telah dibuka, yaitu Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) dengan kapasitas 120 mahasiswa per semester, dan Program Magister Farmasi (S2), sehingga lulusan S1 Farmasi dapat melanjutkan pendidikan profesi dan jenjang lebih tinggi di almamater sendiri.

Yayasan Universitas Riau, Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Tanggung Jawab
Mewakili Yayasan Universitas Riau, Sekretaris Yayasan menyampaikan kebanggaan sekaligus pesan mendalam,
“Toga yang kalian kenakan hari ini bukan hanya simbol keberhasilan pribadi. Di baliknya ada waktu, tenaga, air mata, dan doa orang-orang terdekat kalian. Namun ingatlah: wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar.” Terangnya.

Ia mengingatkan bahwa ilmu farmasi bukan sekadar soal obat dan racikan, ia berkaitan langsung dengan nyawa dan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, gelar yang disandang harus disertai integritas, etika, dan tanggung jawab moral yang senantiasa dijaga.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang diwakili oleh Ns. Zaibah, S.Kep.,M.M, menekankan peran strategis tenaga farmasi di tengah maraknya penyalahgunaan NAPZA dan tantangan dunia kesehatan modern.
“Semua obat pada dasarnya adalah racun. Tepat dosisnya menyembuhkan, berlebih justru mematikan. Maka ketelitian, kejujuran, dan keimanan adalah bekal utama kalian saat terjun ke masyarakat. Jadilah pelindung bagi masyarakat dalam memahami dan menggunakan obat dengan benar.” Jelasnya.
Ia juga mengingatkan lulusan D-III Farmasi untuk memastikan memiliki Surat Izin Kerja (SIK) berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2026 tentang Kesehatan, dan mendorong lulusan S1 Farmasi untuk melanjutkan ke Pendidikan Profesi Apoteker guna memperkuat kompetensi profesional.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, Dr. Nopriadi, membagikan capaian gemilang pendidikan tinggi di wilayahnya, mulai dari lonjakan akreditasi unggul hingga peningkatan jumlah guru besar. Ia pun menitipkan pesan berharga kepada para wisudawan, Jadilah pembelajar sepanjang hayat. Dunia farmasi berkembang sangat cepat, jangan pernah merasa cukup dengan ilmu hari ini, Jaga integritas dan etika profesi. Keselamatan pasien ada di tangan Anda, Kembangkan sentuhan kemanusiaan, Di tengah kemajuan teknologi, empati tetap tak tergantikan, Jadilah solusi, bukan sekadar pencari kerja. Masyarakat butuh peran nyata Anda dalam menjaga kesehatan, Jangan lupakan orang tua. Setiap tetes keringat dan doa mereka adalah alasan Anda berdiri di sini hari ini.
Acara wisuda ini bukan sekadar seremoni, ini adalah bukti dedikasi sivitas akademika STIFAR Riau dalam melahirkan tenaga farmasi yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, beretika, dan siap mengabdi. Selamat berjuang, para wisudawan…!!!, Semoga ke manapun kalian melangkah, senantiasa membawa nama baik almamater, keluarga, dan bangsa.
Aamiin.
Drs. Jasril, M,Si, M.H (Koordinator TIN Provinsi Riau dan Kepri)

