Teropongindonesianews.com
BENGKULU TENGAH – Proyek revitalisasi fasilitas bangunan di SMP Negeri 17 Kabupaten Bengkulu Tengah menuai sorotan publik. Proyek yang bersumber dari anggaran negara tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Berdasarkan hasil pemantauan dan kontrol sosial tim media di lokasi pada Selasa (21/10/2026), ditemukan sejumlah indikasi pengerjaan yang dinilai minim kualitas. Pada fisik bangunan, lantai sekolah hingga drainase (siring) di sekitar area bangunan sudah mengalami keretakan yang cukup signifikan di beberapa titik, padahal proyek baru selesai dikerjakan.
Selain masalah kualitas fisik, keberadaan papan informasi proyek (papan merk) juga diduga sengaja disembunyikan dan tidak dipasang di tempat yang mudah terlihat publik. Hal ini memperkuat dugaan kurangnya transparansi serta mengindikasikan adanya potensi penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.
Dugaan pengurangan volume bahan material dan penggunaan material yang tidak memenuhi standar kelayakan turut menjadi catatan kritis tim di lapangan.

Keretakan pada struktur bangunan yang baru selesai dibangun ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan serta kenyamanan para siswa dan tenaga pengajar saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Proyek revitalisasi yang seharusnya meningkatkan mutu sarana pendidikan justru menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMPN 17 Bengkulu Tengah belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilayangkan oleh awak media melalui pesan tertulis WhatsApp belum mendapatkan jawaban.
Tim media beserta masyarakat setempat berharap pihak Dinas Pendidikan terkait serta Aparat Penegak Hukum (APH) dapat segera turun tangan meninjau langsung kondisi proyek di lapangan, guna melakukan audit dan evaluasi menyeluruh atas dugaan penyelewengan dana revitalisasi tersebut.
Publik menunggu transparansi anggaran dan pertanggungjawaban mutu dari pelaksana proyek.
Tarmizi

