Teropong Indonesia News

SAROLANGUN – Dugaan aliran pasokan BBM ilegal yang terus mengalir ke lokasi tambang emas tanpa izin di wilayah hukum Polres Sarolangun, Polda Jambi, kini menimbulkan tanda tanya besar terhadap kinerja pengawasan dan penegakan hukum di bawah pimpinan Kapolres Sarolangun.
Informasi yang diterima wartawan menyebutkan, truk‑truk pengangkut BBM tidak resmi bebas bolak‑balik memasok bahan bakar ke tambang liar tersebut selama berbulan‑bulan. Aktivitas ilegal itu berjalan terang‑terangan di tengah wilayah yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat kepolisian.
Masyarakat setempat berteriak mempertanyakan: apakah aparat tidak melihat, atau justru membiarkan pelanggaran itu berlangsung tanpa tindakan tegas?
“Tambang tidak punya izin, BBM yang dipakai pun tidak resmi, tapi sampai sekarang tidak ada razia besar, tidak ada penahanan. Kami mempertanyakan seberapa serius pengawasan pimpinan Polres Sarolangun terhadap pelanggaran hukum di wilayah kami,” keluh warga yang enggan disebutkan namanya.
Pengamat hukum menilai hal ini bukan sekadar kelalaian kecil. Jika aliran BBM ilegal dan operasi tambang liar bisa berjalan lancar dalam waktu lama, berarti ada kelemahan mendasar dalam penegakan hukum di bawah pimpinan Kapolres Sarolangun. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kapolres Sarolangun terkait dugaan ini.
Masyarakat mendesak Polda Jambi melakukan pemeriksaan menyeluruh: menindak para pemasok BBM ilegal dan pengelola tambang liar, sekaligus mengevaluasi kinerja pengawasan pimpinan Polres Sarolangun. Warga menuntut agar tidak ada lagi kebebasan bagi pelaku yang merusak aturan dan merugikan daerah ini.
(DARMAWAN).

