Teropong Indonesia News
PASURUAN, – Semangat gotong royong warga di Dusun Tambak Watu, Desa Tambak Sari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, sungguh patut diacungi jempol. Di bawah komando Ketua RT 25, Mas Roni bersama sekitar 50 warga bahu-membahu membenahi pipa air yang rusak akibat dampak bencana kebakaran Gunung Arjuno. Bahkan warga dari RT 26 pun turut bergotong royong, menunjukkan bahwa rasa krisis itu dirasakan bersama.
“Biarpun harus patungan bersama, yang penting kita bisa segera membenahi kerusakan pipa ini,” ujar salah satu warga RT 25 dengan tekad yang bulat.
Namun di balik kebersamaan yang menyentuh hati ini, ada cerita yang memprihatinkan. Kegiatan ini ternyata sudah dikoordinasikan ke pihak Kepala Dusun dan Ketua RW, namun hingga saat ini belum ada tanggapan sama sekali.
Yang lebih ironis: bantuan sudah ada di depan mata. Komunitas Pawon telah bersedia membantu pembenahan pipa tersebut. Namun justru mendapat penolakan dari pihak Kepala Dusun, dengan alasan bantuan tersebut harus berunding terlebih dahulu melalui Pemerintah Desa dulu. Padahal krisis air yang dialami warga sudah sangat mendesak dan semakin parah.
“Kami tidak menolak proses yang benar. Tapi ketika haus sudah di depan mata, apakah harus menunggu berunding lama-lama sementara keran tetap kering?” ungkap salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya.
Sebagian besar warga akhirnya bertekad: apa pun hambatannya, pipa itu harus diperbaiki. Setetes air untuk keluarga lebih penting daripada menunggu prosedur yang tak kunjung selesai.
Kebakaran hutan di Gunung Arjuno telah merusak sumber air kita. Sekarang jangan biarkan birokrasi menjadi penghalang warga untuk mendapatkan air yang layak. Bantuan yang sudah ada seharusnya dipercepat penyalurannya, bukan justru ditahan dengan alasan prosedur yang memakan waktu.
Kepada Pemerintah Desa Tambak Sari dan pihak terkait: Air adalah kebutuhan hidup yang mendesak. Jangan biarkan warga haus hanya karena menunggu keputusan yang tertunda. Bantu warga, jangan menghambat langkah mereka untuk hidup lebih layak. M.Abd.Asim / Biro


