
Teropongindonesianews.com
Jember, – Kunjungan Kepala BKKBN RI Dr. dr.Hasto Wardoyo Sp, IPU diterima langsung Bupati Jember Ir.H.Hendy Siswanto ST, IPU Di Pendopo Wayawibawagraha untuk jamuan makan Pagi tepat pukul 10:00 wib, 31/01/2023 bersama Ketua TP PKK Dra. hj. Kasih fajarini jelas Kepala BKKBN Pusat minta Tim Pendamping Keluarga bekerja mulai Maret 2023.
Dalam Kunjungan di Jember Kepala pusat BKKBN juga membuka Kick of Training of Fasilitatir (TOF) setelah meninjau Pelayanan KB di RSUD Soebandi Jember.

Pelaksanaan Orientasi Tim pendamping Keluarga tingkat Provinsi jawa timur di Balai BKKBN Kabupaten Jember.
Pembukaan pelatihan Diklat BKKBN jember Hasto wardoyo menjelaskan yang nertanggung jawab dan juga mengetahui pelaksanaan percepat penurunan angka stunting pernikahan blm waktunya di Indonesia berupaya menurunkan angka Stunting Se-Indonesia.
Mementrian Kesehatan RI melalui Survey USGI, telah mendapatkan data tungkat stunting di kabupaten Jember sebesar 34,7 persen. Sedangkan Diskes Jember memiliki data sebesar 7 persen, sangat drastis penurunan dari tahun 2021 sebesar 11 persen.
“Lanjutnya penurunan angka terjadi akibat perbedaan pengguna alat ukur, antara Menkes dengan petugas posyandu jelasnya Kepala BKKBN Pusat Dr. dr. Hasto Wardoyo.
“,Selanjutnya Petugas posyandu di kabupaten Jember kurang lebih 2800,Menggunakan alat ukur yg tidak sama, sehingga menyebabkan data yang berbeda. Saat ditemui para awak media di pendopo Wayawibawagraha pemkab Jember.
” Demikian yang di ungkap Kepala BKKBN pusat, Untuk penurunan Angka Stunting di kabupaten Jember harus ada yang Memimpin. Hasto wardoyo langsung menunjuk Bupati Jember Hendy siswanto. Juga sebagai Bapak Asuh Anak Stunting.
Dalam kesempatan ini Bupati Jember Ir.H.Hendy Siswanto ST, IPU di kukukan sebagai Bapak Asuh anak Stunting di Kab. Jember oleh Kepala BKKBN pusat Dr.dr.(H.C) HastoSardoyo Sp, IPU.
Pewarta: Santoso/Trs. Editor: Santoso.





