
Teropongindonesianews.com
PRINGSEWU Lampung – Kepala Pekon Tunggul Pawenang Kecamatan Adiluwih Heru efendi diduga mark up belanja Dana Desa (DD) tahun .Sabtu,2022.09/09/2023
Dugaan tersebut Berdasarkan laporan dari masyarakat yang tidak ingin disebut kan namanya. Pak tolong cek dan dikonfirmasi tentang anggaran didesa/pekon kami ditahun 2022
yang direalisasikan tapi jauh dari kata tepat sasaran.
Untuk diketahui pekon Tunggul Pawenang merealisasikan anggaran: tahun 2022
Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Karamba/Kolam Perikanan Darat Milik Desa**
Karamba (darat/laut) Milik Desa (Budidaya ikan dan pembuatan kolam ikan)
Rp 94.904.800
Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Tekonologi Tepat Guna untuk Perikanan Darat/Nelayan **
Jumlah Peserta Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Teknologi Tepat Guna untuk Perikanan Darat/Nelayan (Pelatihan KWT Tentang Budidaya Ikan dan Sayuran)
Rp 3.985.000
Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa (Lumbung Desa, dll)
Pengelolaan dan Pemeliharaan Lumbung Desa (Budidaya Sayur Mayur (KetahananPangan Nabati))
Rp 41.260.000

Pewarta yang turun ke lapangan mencoba menggali informasi kepada masyarakat sekitar, Berinisial Rm warga pekon tunggul Pawenang , menjelaskan kepada pewarta “memang benar ada bantuan berupa bibit ikan lele dan gurame didesa kami selain itu ada juga sayur-sayuran yang direalisasikan di depan kantor pekon.Coba konfirmasi ke RT/Kadus untuk lebih jelasnya ”ujarnya.
Berdasarkan saran dari warga, pewarta menuju kediaman salah satu Kadus(kepala dusun) Tunggul Pawenang“iya mas benar ada anggaran tersebut di tahun 2022 ikan lele dan pembuatan kolam nya dengan tarpal yang berukuran 2,3m yang bewarna dalam nya kuning diluar biru ada sekitaran 20 kotak kolam ikan nya kalau untuk harga gak ingat” imbuhnya.
Lanjut Kadus, selain itu ada budidaya sayuran mas yang dijalan kan KWT karna musim panas pada mati.kemarin mah ada sayuran lombok,sawi yang beli bibit nya saya ikut, lebih jelas nya tanya pak Siput sebagai TPK kalau untuk semua anggaran yang ditanyakan itu semua direalisasikan depan balai pekon ”ujarnya.
Jelas ibu Ayu selaku Kaur Perancana waktu di konfirmasi di balai pekon Tunggul Pewaneng yang di dampingi mas Aris untuk bibit ikan lele di realisasikan 7.500 bibit yang ukuran 35,46 sekitar harga Rp.1000 perbiji untuk ikan gurame direalisasikan 200 bibit untuk harga Rp.40.00 perbiji
Dan untuk pembuatan kolam yang memakai tarpal itu ada 25 kotak untuk 20 kotak berukuran 2x1meter untuk 5 kotak nya 2×3 meter

Untuk bibit sayur mayur jelas ibu ayu jenis sayuran kangkung,sawi ,cabe yang di belikan bahan bibitnya 100 bungkus dengan harga Rp.35.000 perbungkus dan yang membelikan itu semua TPK nya tutup nya.
Masih kata warga apa iya mas untuk bibit lele ukuran 3,5 4,6 perbiji nya Rp 1.000 beli dimana ya gak masuk akal kalau untuk bibit lele ukuran segitu cuma harga Rp.100 mas dimana-mana di tambah lagi bibit gurame nya harga Rp.4.000 selain itu kita liat bibit sayur mayur di depan balai pekon cuma sedikit beli bahan bibit nya sampai 100 bungkus kalau banyak seperti itu perlu lahan lebar, apa masyarakat tunggul pawenang
“Salah lihat ya, tolong dong mas laporkan saja ke pihak berwajib biar dicek ulang anggaran pembibitan ikan dan sayur mayur di pekon kami ini,biar di cek dan ditanyakan kemana sisa nya ??!!
“Kami berharap kepada aparat berwenang seperti Inspektorat, APH,dan BPK bisa turun langsung dan kroscek, jika memang ditemukan adanya unsur mark up
yang dilakukan Kepala pekon tolong segera diproses secara hukum ” pinta warga.
S A D EK







