
Teropongindonesianews.com
SUMENEP, Sungguh ironis memang Dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat yang bermaksud meningkatkan pembangunan dan tarap hidup masyarakat desa dan bersumber dari APBN akan tetapi diduga di jadikan bancaan oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan Investigasi di lapangan, Lembaga Kontrol Kebijakan Pemerintah dan Demokrasi( LK2PD) Kabupaten Sumenep saudara Busriyanto, S.H menyebutkan bahwa
pekerjaan yang sumber dananya dari Dana Desa ada tiga titik di desa Batu dingding Kecamatan Gapura yang sampai saat ini tidak ada prasasti, Menunjukan pekerjaan tersebut tidak transparan, di indikasin banyak penyimpangan terkait pekerjaan tersebut.
Busriyanto dengan awak media teropong Indonesia News menghubungi kepala desa Batudingding lewat Wa tidak di angkat, di datangi ke rumahnya tidak di temui, terkesan kepala desa menghindar, aqBusriyanto lebih lanjut memaparkan bahwa pekerjaan tambal sulam yang terletak di dusun laok lorong Desa Batudingding Senilai biaya Rp 117 000 000,-( Seratus tujuh belas juta rupiah) kini sudah mulai rusak, berlubang dan retak.
Pekerjaan proyek tersebut di nikmati masyarakat belum satu tahun kini mulai rusak, menunjukkan proyek ini asal jadi, maklum sampai saat ini proyek ini terkesan proyek si luman tidak ada prasasti . Ini menunjukan lemahnya kinerja dari pihak kecamatan selaku tim monitoring, dan pengawasan dari pendamping desa.
“Apakah memang ada Kong kali Kong pihak kecamatan, pendamping desa dengan pihak desa “, Ujar aktifis LK2 PD tersebut.
( TEAM)








