
TeropongIndonesianews.com
Pesawaran – Kementerian Desa melalui Yandri Susanto saat ini tengah gencar meminta Kejagung untuk mendalami desa-desa yang menggunakan anggaran dana desa untuk judi online, kepentingan lain, serta dugaan website fiktif di tahun 2024. Mereka juga menyelidiki dugaan penyimpangan lain dalam penggunaan anggaran dana desa di tahun 2024.
Sebagai bentuk kontrol sosial, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Pesawaran, Ngatijo, yang akrab disapa Tejo, mendesak Inspektorat Kabupaten Pesawaran untuk turun ke lapangan dan melakukan kroscek serta audit anggaran dana desa Durian. Tejo menduga adanya manipulasi data dan mark-up anggaran, yang sebelumnya viral di beberapa media online di Kabupaten Pesawaran.
Dana desa yang digelontorkan seharusnya digunakan untuk membangun desa, baik fisik maupun non-fisik, serta membantu meningkatkan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Namun, berdasarkan penelusuran awak media PPWI Kabupaten Pesawaran, terdapat dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran Dana Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin,dan Diduga Kepala Desa Durian melakukan mark-up atau penyelewengan dalam anggaran pengelolaan ketahanan lumbung desa. Pada tahun 2024, kepala desa menganggarkan pembelian enam (6) ekor sapi senilai Rp 96.000.000,-.
Investigasi beberapa media yang tergabung di PPWI menemukan fakta bahwa hanya terdapat tiga (3) ekor sapi di lapangan, bukan enam (6) ekor seperti yang dianggarkan. Hal ini dibenarkan oleh salah seorang anggota BPD) berinisial (IM) saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin, 3 Maret 2025, pukul 12.35 WIB. (IM) menyatakan bahwa pada tahun 2024, hanya ada penambahan tiga (3) ekor sapi, tidak lebih.
Sementara itu, salah seorang pengurus ternak berinisial (Un) saat dikonfirmasi di kediamannya pada hari yang sama, pukul 13.15 WIB, menyatakan bahwa dirinya tidak mendapatkan tambahan sapi di tahun 2024. Ia menjelaskan bahwa adiknya mendapatkan tambahan tiga (3) ekor sapi, tetapi satu ekor di antaranya mati.
Adik dari (Un) berinisial (Tf) juga menyampaikan hal yang sama saat ditemui awak media di kediamannya pada Senin, 3 Maret 2025, pukul 13.45 WIB. (Tf) menegaskan bahwa pada tahun 2024, dirinya hanya mendapatkan tambahan tiga (3) ekor sapi, tidak lebih, dan satu ekor di antaranya mati.
Hingga saat ini, Kepala Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait hal ini.
Tejo selaku Ketua DPC PPWI Kabupaten Pesawaran meminta dan mendesak Inspektorat untuk segera memanggil Kepala Desa Durian dan memeriksa anggaran Dana Desa dari tahun 2023 hingga 2024.
Tejo berharap kepada Inspektorat sebagai lembaga negara yang diharapkan dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk menanggapi informasi dari masyarakat maupun media sebagai kontrol sosial. Ia juga menyatakan bahwa DPC PPWI akan terus mendalami penggunaan anggaran dana desa Durian dan akan kembali turun ke desa tersebut. Jika ditemukan dugaan fiktif atau manipulasi data lainnya, DPC PPWI akan melaporkan ke pihak penegak hukum.
Hendra/PPWI








