
Teropongindonesianews.com
Bengkulu Tengah – Kasus kematian ternak yang diduga disebabkan oleh penyakit Septicemia Haemorrhagica (SE) di Desa Kembang Ayun, Bengkulu Tengah, kembali terjadi. Setelah laporan sebelumnya, satu ekor ternak lagi ditemukan mati dengan gejala yang sama.
Menanggapi situasi ini, Tarmizi, S.Sos., Wakil Bupati Bengkulu Tengah, menghimbau masyarakat untuk segera mengandangkan ternak mereka. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit SE dan menghindari bertambahnya korban ternak.
“Kami harap masyarakat dapat mematuhi himbauan ini untuk sementara waktu, sampai situasi benar-benar aman,” ujar Tarmizi. “Kesehatan ternak adalah prioritas, dan kita perlu bekerja sama untuk mencegah meluasnya penyakit ini.”
Pihak terkait, seperti Dinas Pertanian dan Peternakan Bengkulu Tengah, sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian ternak dan menetapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif.
Tarmizi




