Skip to content
April 22, 2026
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
BackgroundEraser_20250402_172203769

Menyingkap Tabir, Mengungkap Fakta, Aktual dan Terpercaya

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
Live
  • Home
  • 2025
  • Mei
  • 2
  • Surat Cinta untuk Pendidikan yang Katanya Prioritas: Sebuah Refleksi di Hari Pendidikan Nasional
  • Pendidikan

Surat Cinta untuk Pendidikan yang Katanya Prioritas: Sebuah Refleksi di Hari Pendidikan Nasional

Redaksi Teropong Indonesia News Mei 2, 2025 3 minutes read
IMG-20250502-WA0028_copy_768x576

Teropongindonesianews.com

Lampung – Hari Pendidikan Nasional kembali hadir, membawa gelombang sentimen nasionalisme dan komitmen terhadap pendidikan. Namun, di balik seremonial upacara, pidato, dan tagar #MerdekaBelajar yang membahana di media sosial, realita di lapangan justru menyajikan potret ironis: sebuah perpaduan antara niat baik, kebijakan yang seringkali kontraproduktif, dan realitas pahit yang terselubung di balik jargon-jargon motivasi.

Perayaan ketimpangan seolah menjadi tradisi. Di kota-kota besar seperti Jakarta, anak-anak menikmati akses pendidikan yang canggih, belajar AI, coding, dan bahasa Inggris dengan guru-guru berlatar belakang internasional. Sebaliknya, di pedalaman Papua Pegunungan, anak-anak berjuang untuk sekadar mengenyam pendidikan dasar. Mereka harus menempuh perjalanan ekstrem—mendaki bukit, menyeberangi sungai, bahkan berhadapan dengan satwa liar—hanya untuk sampai di sekolah yang fasilitasnya memprihatinkan; papan tulis yang rusak dan rata-rata lama sekolah hanya 5,1 tahun. Kontras yang mencolok ini tergambar jelas: sekolah-sekolah di perkotaan dilengkapi AC, CCTV, dan kantin modern, sementara di daerah terpencil, perjuangan untuk mendapatkan pendidikan saja sudah bagaikan medan perang. Ironisnya, konsep “Pendidikan Inklusif” terdengar begitu indah dari ruang ber-AC yang nyaman, jauh dari realita lapangan.

Literasi digital mungkin tinggi, terlihat dari kemampuan anak-anak membuat caption viral dan berdebat di media sosial. Namun, kemampuan membaca, menulis, dan memahami bacaan masih menjadi tantangan besar. Siswa kesulitan memahami teks pelajaran, sementara kementerian sibuk menyelenggarakan lomba menulis puisi dan pidato dengan penekanan pada hafalan, bukan pemahaman mendalam. Literasi yang sesungguhnya seolah terpinggirkan demi kepentingan dokumentasi kegiatan.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang seharusnya menjamin pemerataan pendidikan, seringkali disalahgunakan. Laporan keuangan sekolah tampak rapi, namun guru honorer masih menerima gaji yang jauh dari layak, setara dengan biaya parkir bulanan. Proyek pengadaan alat-alat sekolah seperti proyektor seringkali bermasalah, dana cair namun barang tidak kunjung datang, menimbulkan kecurigaan atas pengelolaan dana tersebut.

Pendidikan tinggi pun semakin sulit diakses. Biaya kuliah yang terus meningkat—dengan alasan inflasi, pengembangan kampus, atau “penyesuaian”—membuat pendidikan tinggi menjadi privilese, bukan lagi hak. Mahasiswa yang kritis seringkali dibungkam, sementara yang diam hanya menerima konsekuensi berupa molornya penyelesaian skripsi karena kesibukan dosen pembimbing yang mengikuti pelatihan dan penelitian di luar negeri.

Infrastruktur sekolah juga memprihatinkan. Lebih dari 60% ruang kelas SD mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Siswa belajar dalam kondisi yang tidak layak, bahkan harus menampung air hujan dengan ember saat atap bocor. Kondisi ini disebut sebagai “kurikulum tersembunyi” bernama “adaptasi ekstrem,” sebuah ironi yang menyayat hati.

Kurikulum yang berganti-ganti setiap pergantian menteri pendidikan juga menjadi masalah. Guru terus menerus dituntut untuk belajar ulang, siswa menjadi kelinci percobaan, orang tua kebingungan, dan dunia usaha hanya bisa tertawa karena harus melatih lulusan dari awal. Sistem pendidikan bagaikan sinetron yang tak kunjung usai, dengan plot berputar-putar dan aktor yang silih berganti.

Di Lampung, permasalahan semakin kompleks dengan masih banyaknya sekolah, baik negeri maupun swasta (meski menerima dana BOS), yang menahan ijazah siswa karena belum melunasi iuran komite, meskipun hal ini telah dihimbau oleh Gubernur Lampung.

Di tengah semua absurditas ini, masih ada guru-guru hebat, murid-murid yang gigih, dan orang tua yang tetap percaya pada kekuatan pendidikan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Di Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita sampaikan doa agar tahun depan, kita bukan hanya sekadar upacara dan berpuisi, tetapi benar-benar belajar; bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi untuk menciptakan kehidupan yang lebih bermartabat dan bermakna.

Bang Ain

About The Author

Redaksi Teropong Indonesia News

TEROPONG INDONESIA NEWS DI DIRIKAN SEJAK TANGGAL 22 DESEMBER 2020 oleh Wahyu dan Haji Darmo di bawah Naungan PT Teropong Multi Media,
( Call Redaksi : 082323884880 )

See author's posts

Post navigation

Previous: Kodim 0423/BU, Basarnas Dan BPBD Disungai Muara Pasar Lais
Next: Polres Kobar Bantu Pencarian Dan Evakuasi Pelajar Meninggal Dunia Di Sungai Arut

Related Stories

IMG-20260422-WA0010
  • Pendidikan

Semangat Kartini di SDN 042 Bengkulu Utara: Meneladani Perjuangan Lewat Kreativitas Budaya

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026
IMG-20260415-WA0412_copy_386x515
  • Pendidikan

Tingkatkan Daya Saing, Sekolah/Madrasah Perlu Responsif Hadapi Issu Kontemporer

Redaksi Teropong Indonesia News April 15, 2026
PhotoMixer_1775876272522
  • PEMERINTAHAN
  • Pendidikan

PENINJAUAN DAN MONITORING PELAKSANAAN TEST KOMPETENSI AKADEMIK TKA DAN SMP OLEH BUPATI RACHMAT

Redaksi Teropong Indonesia News April 11, 2026

PEMERINTAH KOTA PADANG SIDIMPUAN

IMG-20250908-WA0139

BUTIK INDHIRA GIANYAR BALI BERKELAS DUNIA

20241231_114526_copy_1280x1280

Perusahaan Rokok SAE-22/SAE-FA

IMG_20250118_003129

JASA PENGIRIMAN PAKET & DOKUMEN KE NUSANTARA DAN LUAR NEGERI

IMG_20250816_210313_copy_720x544

GUEST HOUSE JEMBER

20260308_204752_copy_1280x1280
Guest House Jember
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
Mei 2025
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Apr   Jun »

KETUA PKDI BONDOWOSO

IMG_20260112_075243

Arsip

MENEBAR KEBAJIKAN DENGAN SEDEKAH PADA ANAK YATIM

IMG_20250227_104516

PHONE PEMRED

WA - 082323884880
WA & Celluler - 085236384228

Usamah Abdat, SE – DEWAN REDAKSI

IMG-20250817-WA0274

KH Shobirin Al Faqih Bondowoso Jatim

IMG_20250812_234314
Keluarga Besar BSBK Bondowoso Jatim

You may have missed

IMG-20260422-WA0215_copy_781x439
  • Hukum / Kriminal

Komplotan Spesialis Pencurian di Pura Dibongkar, Polsek Denpasar Selatan Amankan Tujuh Pelaku

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026
IMG-20260422-WA0021
  • Desa

Pemerintah Desa Talang Jarang Salurkan BLT-DD Triwulan I dan Bagikan Honor Lembaga Desa

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026
IMG-20260422-WA0019
  • Uncategorized

Polres Gresik Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Kota, 4 Tersangka Diamankan

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026
IMG-20260422-WA0018
  • Uncategorized

Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis “Dhira Brata” Wujud Instruksi Presiden Prabowo

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
PEMIMPIN REDAKSI - WAHYU - 082323884880 | MoreNews by AF themes.