
Teropongindonesianews.com
Gresik – Kejadian meresahkan terjadi pada keberangkatan KM Giliyang dari Pelabuhan Bawean menuju Gresik Kamis malam, 22 Mei 2025. Dugaan monopoli tiket oleh calo dan praktik penjualan tiket yang tidak sesuai dengan identitas penumpang Serta Penjualan Tiket Secara Sembunyi-Sembunyi Oleh Oknum Diduga Calo memicu kekhawatiran serius di kalangan Penumpang
Para penumpang melaporkan kesulitan mendapatkan tiket secara resmi melalui jalur ASDP. Meskipun diinformasikan tiket habis, terungkap Diduga adanya Penjualan Tiket Secara Ilegal Dengan Harga Lebih Tinggi atau Diatas Harga Yang Sudah Ditentukan Yang lebih mengkhawatirkan, proses penjualan tiket ini diduga dilakukan oleh oknum bukan petugas ASDP, dengan penumpang hanya menyerahkan KTP tanpa proses verifikasi yang memadai , Namun Kejadian Tersebut Tidak Ada Tindakan Dari Pihak- pihak Terkait Seolah – olah Memang Sengaja Dibiarkan
Praktik ini menimbulkan potensi risiko besar, terutama jika terjadi kecelakaan laut. Ketidaksesuaian identitas pada tiket dengan KTP penumpang akan mempersulit proses klaim asuransi dan identifikasi korban. Hal ini tentu menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan bagi para penumpang.
Para penumpang mendesak pihak ASDP dan otoritas terkait untuk segera menyelidiki dugaan monopoli tiket dan praktik penjualan ilegal ini Serta Dilakukan Penertiban Karena Pantauan Wartawan Teropongindonesianews.com dilapangan Banyak Ditemukan Penjualan Tiket Yang Dilakukan Oleh oknum Yang Bukan Petugas, Mereka meminta agar sistem penjualan tiket dikembalikan seperti semula, yaitu dengan sistem manual yang transparan dan memastikan setiap tiket sesuai dengan identitas KTP penumpang. Kejadian ini menjadi sorotan tajam, mengingat keselamatan dan keamanan penumpang merupakan prioritas utama dalam perjalanan laut. Tindakan tegas dan transparan diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan pelayanan publik yang baik bagi masyarakat Bawean.
Junaidi








