
Teropongindonesianews.com
Bondowoso – Haji Nawir Yanto Wienarno, SE, Ketua LSM Teropong, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya penanganan kasus pemukulan yang terjadi di Lombok Kulon pada Jumat, 23 Mei 2025. Korban, yang mengalami luka parah dan hingga kini masih kesulitan beraktivitas sehari-hari, diduga dipukul oleh seorang laki-laki yang lebih muda.
LSM Teropong telah mengirimkan surat resmi kepada Polsek Wonosari pada 23 Juni 2025 untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut. Kejadian ini sebelumnya telah dipublikasikan oleh Teropong Indonesianews.com pada edisi 26 Juni 2025.
Tragedi Berdarah Lombok Kulon, Kepala Bocor Akibat Pukulan Besi
Haji Nawir, yang akrab disapa Haji Darma, menyatakan penyesalannya atas lambannya proses hukum. “Saksi dan bukti sudah jelas, kok penanganan kasus ini tidak bisa cepat? Pelaku masih berkeliaran seakan tidak terjadi apa-apa,” ujarnya dengan nada kecewa.
Keluarga korban dan LSM Teropong berharap agar kasus ini segera diselesaikan. Haji Darma menambahkan bahwa informasi yang mereka terima mengindikasikan bahwa pelaku telah melakukan tindakan serupa terhadap keluarga korban, termasuk ibu korban, sebelumnya.

LSM Teropong, yang beralamat di Dusun Krajan RT 03 RW 02 Desa Sumber Kencono Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, mengancam akan melaporkan kasus ini ke pihak yang berwenang lebih tinggi jika penanganan terus ditunda-tunda.
Sementara itu, konfirmasi melalui WhatsApp kepada pihak Polsek Wonosari mendapatkan tanggapan bahwa kasus ini tidak diabaikan.
Pihak kepolisian menyatakan telah memanggil beberapa saksi dan akan menjadwalkan langkah selanjutnya. Namun, kejelasan waktu dan rencana tindak lanjut selanjutnya masih belum diberikan secara rinci. LSM Teropong mendesak pihak kepolisian untuk segera memberikan kepastian hukum bagi korban dan keluarganya.
Redaksi







