
Oleh Masruri Abd Muhit Lc
Pengasuh Ponpes Darul Istiqomah Desa Pakuniran Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso – Jawa Timur
BILA ANDA MENOLONG ALLAH, MAKA DIA AKAN MENOLONGMU, MAN JADDA WAJADA
Saat saya ingin mendirikan pesantren ala pondok modern Gontor di daerah Bondowoso karena satu dan lain hal yg kemudian bernama pondok pesantren Darul Istiqomah Pakuniran Maesan Bondowoso, saya bersilaturahim ke beberapa ulama di Bondowoso, baik dari kalangan Nahdlotul Ulama’ ataupun Muhammadiyah, hampir semuanya menyarankan supaya saya mengurungkan niat saya untuk mendirikannya, bukan karena tidak senang tetapi lebih karena rasa kasian mereka kepada saya, masak alumni perguruan tinggi Islam terkenal di luar negeri tidak berhasil dalam mendirikan pesantren, mengingat daerah Bondowoso daerah yg cukup tandus untuk ditanami benih pesantren ala pondok modern Gontor.



Sebenarnya ada sih yg mendukung, namun ada nada pesimis dalam dukungannya, dukungan itu berbunyi, di Bondowoso ini kalau mau menyalakan lampu ribuan watt suatu hal yg mustahil, sudahlah kita nyalakan lampu lima wattan, di tempat saya lima watt, njenengan menyalakan lima watt, di mana mana lima watt, lama lama kan terang juga… Dukungan namun ada nada pesimis hanya lima watt.

Namun saya mempunyai pikiran, ah yg dinilai oleh Allah itu usaha bukan hasil, kewajiban kita berusaha soal hasil itu urusan Allah swt, maka saya mulai saja pendirian pesantren itu, dan memang ternyata tidak gampang, banyak halangan dan gangguan, namun dengan santri awal hanya tujuh orang dan sarana bangunan sederhana berupa bsngunan bambu, gedek dalam bahasa Jawa atau tabing dalam bahasa Madura.

Dengan niat ingin berbuat untuk ummat, dan dibarengi usaha dan munajat, melakukan sebab (al akhdzu bil asbab) dan memohon pertolongan kepada Allah dalam hal hal di luar sebab (al isti’anatu bima waro’al asbab), dan bersama perjalanan waktu pesantren itu menjadi seperti saat ini, saya tidak mengatakan pendirian pesantren ini sudah sukses, tapi alhamdulillah saat ini luas tanah kampus pesantren tidak kurang dari empat hektar ditambah persiapan tanah untuk perluasan seluas 4 hektar juga, alumninya ada yg meneruskan ke Univ Islam Madinah, Al Azhar Mesir, salah satu perguruan tinggi di Pakistan, Malaisia, Unej, UNJ Jakarta, UGM, Unida dan jangan ditanya lagi yg di IAIN atau UIN, bahkan sudah ada 10 alumninya yg mendirikan pesantren dll, bahkan beberapa kali mengikuti acara pertukaran pemuda dan pelajar ke Jepang, kerjasama kemenpora dan pemerintah Jepang, juga sarana pendidikan asrama dan ruang klas, serta sarana olah raga dari lapangan sepak bola sampai lapangan basket, bahkan kolam renang khusus putra dan khusus putri, gedung olahraga dll, menjuarai sepak bola kabupaten Bondowoso pada piala kasad liga santri, juara dua turnamen basket piala kapolres Bondowoso tingkat sltp putra dan juara 3 putri, dll sementara santri yg mukim kurang lebih 600 orang dari seluruh penjuru Indonesia bahkan luar negeri Malaysia dan Singapura.

Bahkan tahun 2025 ini telah diresmikan dan dibuka pesantren Darul Istiqomah cabang Sragen dengan luas tanah dua hektar.

Mereka yg bermujahadah di jalanNya akan diberi petunjuk banyak jalanNya.
Barang siapa bersungguh sungguh akan berhasil.
Bila anda menolong Allah Dia akan menolongmu, man jadda wajada.
Sing tekun bakale tekan senajan nganggo teken.
(Yang tekun akan sampai meskipun kadang-kadang harus pakai tongkat)
Daris, 7 Juli 2025
Alumni Gontor dan Univ Islam Madinah








