
Teropongindonesianews.com
NTT – Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, para murid SMA Negeri Dua Langke Rembong berlomba-lomba menampilkan kreativitas luar biasa mereka melalui lomba fashion show dengan menggunakan busana dari daur ulang sampah.
Dengan semangat tinggi dan imajinasi tanpa batas, mereka menyulap berbagai jenis sampah seperti plastik, kertas, daun dan kulit kayu menjadi busana unik dan penuh makna.
Panggung acara pun berubah menjadi ajang kreativitas dan kepedulian lingkungan. Setiap langkah para peserta bukan hanya menampilkan keindahan karya, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga bumi melalui daur ulang. Gaun dari kantong plastik warna-warni, jas dari koran bekas, hingga aksesori dari botol air minum bekas menjadi simbol nyata bahwa sampah bisa bernilai seni tinggi di tangan yang kreatif.
Yolan ,salah satu murid SMA Negeri Dua Langke Rembong yang menjadi perserta lomba Fashion Show menjelaskan terkait busana yang ia pakai dari bahan daur ulang sampah, seperti karung goni, dan plastik semuanya diolah menjadi busana yang memadukan motif songke Manggarai dengan corak batik Jawa.
Menurut yolan,Proyek busana dari daur ulang yang bertema “Harmoni dalam Keberagaman dan Kekuatan Budaya”, memadukan unsur Manggarai, Jawa, dan tokoh legendaris Gatot Kaca sebagai simbol kekuatan dan semangat.
“Kami mengolah bahan dari sampah seperti kardus bekas, karung goni, dan plastik diolah menjadi busana yang memadukan motif songke Manggarai dengan corak batik Jawa, ini semua menjadi inspirasi utama desain yang melambangkan keteguhan, keberanian, dan tanggung jawab untuk melindungi bumi,terutama melalui kesadaran daur ulang dan pelestarian lingkungan”jelas Yolan kepada media ini. 24,Oktober 2025.
Ia pun menambahkan, kalau Kegiatan ini tidak hanya mengasah bakat seni dan keberanian tampil di depan umum, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi ramah lingkungan sejak dini
“Melalui kegiatan ini, kami sebagai generasi membuktikan bahwa, keindahan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan, menjadikan Bulan Bahasa tahun ini semakin berkesan dan inspiratif” Tuturnya.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari para guru dan siswa lainnya. Selain menumbuhkan jiwa kreatif, kegiatan tersebut juga mengajarkan bahwa dari sesuatu yang dianggap sampah pun, dapat lahir karya seni yang indah dan bermakna.
Valentinus V Jebagu Sebagai Wakasek kesiswaan sekaligus Ketua Panitia Festival Bulan Bahasa dan Sastra 2025
menyampaikan kalau Kegiatan ini menjadi bukti bahwa, peringatan Bulan Bahasa tidak harus bersifat formal dan kaku. Dengan pendekatan kreatif, siswa dapat menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Indonesia secara menyenangkan dan membekas.
Kegiatan semacam ini dapat dilestarikan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan dan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia
“Kegiatan ini secara holistik bertujuan membentuk dan dimensi profil lulusan, di mana peserta didik diajak untuk mengasah karakter dan sikap kepemimpinan saat berinteraksi, mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi dalam ajang perlombaan di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia, sehingga menjadikan Bahasa Indonesia sebagai jembatan untuk mencapai masa depan Indonesia yang maju” Tegas Valentinus.
SUSILO HERMANUS






