
Teropongindonesianews.com
Ciamis, 12 November 2025 — Warga Kampung Pamekaran, Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, kini diliputi kekhawatiran setelah munculnya retakan dan pergeseran tanah di wilayah mereka dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikhawatirkan bisa memicu longsor apabila hujan deras terus mengguyur kawasan tersebut.
Menurut keterangan warga, retakan tanah mulai terlihat sejak beberapa hari lalu dan semakin melebar setelah hujan deras mengguyur wilayah Panumbangan. Beberapa rumah warga mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran pondasi, bahkan sebagian jalan lingkungan ikut retak dan ambles.
“Kami khawatir kalau tidak segera ditangani, tanah ini bisa longsor. Apalagi di sini curah hujan sedang tinggi,” ujar Ujang (45), salah satu warga setempat.

Warga berharap pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan langkah antisipasi. Mereka meminta agar ada penanganan darurat untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.
Kepala Desa Payungagung, Moh Harris N adanya laporan tanah bergeser di wilayah Kampung Pamekaran. Ia menyampaikan bahwa pihak desa mengharapkan kejadian ini ke pemerintah kecamatan dan BPBD Ciamis untuk segera dilakukan peninjauan.
“Sudah kami laporkan agar segera ada tindakan. Warga kami resah karena kondisi tanah terus bergerak,” ungkapnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun sejumlah warga diminta untuk waspada dan siap mengungsi apabila kondisi semakin parah. BPBD Ciamis diharapkan segera menurunkan tim untuk melakukan asesmen dan memberikan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Darwin






