
Teropongindonesianews.com
Menyampaikan refleksi dan arah kebijakan perekonomian dalam ‘ IBC Business Outlook 2026 ‘ yang diselenggarakan oleh Indonesian Business Council ( IBC ).
Alhamdulillah, kita bersyukur meskipun dunia tengah dihadapkan pada perlambatan ekonomi dan meningkatnya tensi geopolitik, ekonomi Indonesia tetap mampu berdiri dengan cukup kokoh. Berbagai indikator menunjukkan resiko resesi Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara besar dan ini menjadi modal penting untuk tetap melangkah dengan penuh optimisme.

Selama tujuh tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh konsisten di kisaran 5%. Stabilitas makro terjaga, inflasi terkendali, pasar keuangan bergerak positif, nilai tukar rupiah relatif stabil, serta aktivitas sektor riil terus ekspansif. Surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa yang solid semakin memperkuat fondasi ekonomi nasional dan kepercayaan global terhadap Indonesia.
Defisit dijaga dibawah 3%, rasio utang terkendali, serta berbagai stimulus ekonomi disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan. Ke depan, fokus pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui penguatan sektor riil dan iklim investasi.
Memasuki 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan sekitar 5,4% dengan dukungan delapan program prioritas nasional. Ketahanan pangan dan energi, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi agenda utama. Transportasi digital dan penguatan ekonomi digital kawasan ASEAN juga terus didorong, termasuk melalui perluasan sistem pembayaran digital.
Penulis : JN
Redaktur Pelaksana Nasional







