
Teropongindonesianews.com
Bandung Barat — Bencana tanah longsor melanda Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Hingga siang hari, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak lima orang, sementara 89 orang lainnya dilaporkan belum ditemukan dan diduga masih tertimbun material longsoran.

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Lembang dan sekitarnya sejak malam hari. Curah hujan yang tinggi tersebut menyebabkan tanah di lereng perbukitan menjadi labil hingga akhirnya runtuh dan menimbun sekitar 35, rumah warga,

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat menyebutkan, longsoran tanah menutup akses jalan dan merusak sejumlah rumah warga. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat desa, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pencarian korban, dan pembersihan material longsor.
Relawan Destana Kabupaten Bandung Barat, Lufito Aqso Rajabi, mengatakan bahwa longsor dipicu oleh kondisi tanah yang tidak stabil akibat tingginya intensitas hujan.
“Penyebab longsor diduga karena curah hujan yang tinggi sehingga memicu pergerakan tanah pada lereng yang rawan. Saat ini kami masih melakukan assessment untuk mengetahui dampak lanjutan serta kebutuhan mendesak para korban,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Bandung Barat telah mengerahkan bantuan berupa tenaga evakuasi, alat berat, peralatan kebersihan, serta pendampingan psikososial bagi keluarga korban. Proses pencarian terhadap puluhan warga yang dilaporkan hilang masih terus dilakukan meski terkendala kondisi medan dan cuaca.
Kepala Desa Sukajaya yang turut berada di lokasi kejadian mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mendekati area rawan longsor.
“Kami meminta warga mengikuti arahan petugas dan tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk relawan kemanusiaan dan warga sekitar.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Pewarta – Agus – Red







