
Teropongindonesianews.com
Washington DC – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan sejumlah 11 Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan total nilai USD 38,4 miliar pada sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Washington DC, Rabu (18/02/2026). Kesepakatan ini merupakan kolaborasi strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat yang mencakup berbagai sektor prioritas perekonomian.

Bidang kerja yang tercakup dalam kesepakatan tersebut meliputi mineral kritis, energi, agribisnis, tekstil, furnitur, serta manufaktur dan teknologi semikonduktor. Adapun rincian nota kesepahaman yang ditandatangani adalah sebagai berikut:


1. Memorandum of Agreement tentang Mineral Kritis
2. MoU Pemulihan Lapangan Minyak (Oilfield Recovery) antara Pertamina dan Haliburton
3. MoU Bidang Agrikultur (Komoditas Jagung) antara PT Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan, dan Cargill Inc
4. MoU Bidang Kapas antara Busana Apparel Group dan Dewan Nasional Kapas Amerika Serikat (U.S. National Cotton Council)
5. MoU Bidang Kapas antara Daehan Global dan Dewan Nasional Kapas Amerika Serikat
6. MoU Bidang Pakaian Bekas yang Dihancurkan (Shredded Worn Clothing) antara Asosiasi Garment dan Tekstil Indonesia, PT Pan Brothers, dan Ravel
7. MoU Bidang Furnitur antara Asosiasi Industri dan Kerajinan Furnitur Indonesia (ASMINDO) dan Bingaman and Son Lumber, Inc
8. MoU Bidang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group
9. MoU Zona Perdagangan Bebas Transnasional (Transnation Free Trade Zone Friendship) antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC
10. MoU Bidang Furnitur/Produk Kayu antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HMIK) dan Dewan Ekspor Kayu Keras Amerika Serikat (American Hardwood Export Council)
Penulis : Dr. JN
Redaktur Pelaksana Nasional







