
Teropongindonesianews.com
Pewarta : Agus Badjo – Kabiro Jurnalist Sikka
Sikka-Maumere, Indonesia News.com – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) merupakan sarana penting untuk menyampaikan aspirasi rakyat sekaligus menjadi landasan penyusunan rencana strategis pembangunan guna menjawab kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk evaluasi tahunan terkait program yang sudah dan belum terlaksana.

Pemerintah Kecamatan Nita menyelenggarakan Musrenbang Tingkat Kecamatan di Aula Kantor Camat Nita selama dua hari, tanggal 19-20 Februari 2026. Hari Kamis (19/02) diisi dengan Pra-Musrenbang, sedangkan hari Jumat (20/02) dilakukan Musrenbang resmi beserta penetapan skala prioritas program pembangunan tahun 2027.
Acara yang bertemakan “Penguatan Kapasitas dan Sistem Lintas Sektor yang Efektif dan Berkelanjutan Saling Menguatkan” dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, anggota DPRD Dapil IV, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKO), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMPD), Kepala Desa beserta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh perempuan, dan undangan lainnya. Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Nita, Herpianus Nong Lalang, SH.
Dalam arahan awalnya, Camat Herpianus Nong Lalang menyampaikan bahwa Musrenbang adalah ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat komitmen, dan mengedepankan kebutuhan masyarakat yang mendesak daripada keinginan individu atau kelompok tertentu. “Keberhasilan pembangunan tidak bergantung pada perjuangan seseorang saja, melainkan kolaborasi seluruh sektor dan partisipasi masyarakat yang menjadi kunci utamanya,” ujarnya.
Adrianus F. Parera, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka, menyoroti kondisi partisipasi masyarakat dalam Musrenbang yang kini semakin menurun dibandingkan masa lalu. Ia mengajak untuk merenungkan tiga pertanyaan krusial: apakah masyarakat bosan karena usulan tidak terealisasi? Bagaimana proses perjalanan usulan yang diajukan? Ataukah hanya kurangnya anggaran yang membuatnya hanya harapan palsu? Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa Musrenbang tetap penting karena menjadi dasar dalam penyusunan dokumen resmi anggaran pembangunan.
“Dengan adanya program nasional efisiensi anggaran, dampaknya sangat besar terhadap pembangunan daerah. Saya mohon agar masyarakat tidak marah kepada Bupati maupun Sekda jika usulan program tidak dapat terealisasi, karena memang terdapat kekangan keuangan. Pemerintah Pusat saat ini lebih memprioritaskan program Merdeka Belajar Guru (MBG), Koperasi Merah Putih, dan pelayanan kesehatan gratis,” jelas Adrianus F. Parera.
Ia menambahkan bahwa semua program pembangunan sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah, yang mana sumber utamanya berasal dari hasil pajak. Jika target penerimaan pajak tidak tercapai secara penuh, maka beberapa program terpaksa tidak dapat dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan musyawarah yang matang dengan memperhatikan tingkat urgensi kebutuhan masyarakat.
Pada akhir kegiatan, peserta Musrenbang Kecamatan Nita menghasilkan rekomendasi tiga prioritas pembangunan tahun 2027, yaitu:
1. Pembangunan Puskesmas Nirangkliung
2. Pembangunan Kantor Camat Nita
3. Pembangunan Pasar Nita.







