
Teropong Indonesia news.
Jember – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045. Program ini diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dalam pelaksanaannya, MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.
Untuk SMPN 4 TANGGUL sudah memperoleh manfaat dari program MBG tersebut sebelum hari Ramadhan hingga hari ini. Jumat 27/02/2026. Program MBG ini disambut dengan sorak riuh para siswa yang menggema dari lantai atas saat dua unit mobil MBG memasuki halaman SMPN 4 Tanggul.
Menurut Kepala Sekolah SMPN 4 Tanggul Hermin Agustini, S. Pd, M. Pd., di balik sorak gembira itu, ada tanggung jawab yang tidak kecil. Sebelum makanan dibagikan, kepala sekolah dan beberapa guru terlebih dahulu memeriksa dan mencicipi hidangan. ” Langkah ini bukan formalitas, melainkan bentuk kehati-hatian untuk memastikan kelayakan konsumsi serta kualitas gizinya. Aroma, warna, dan tekstur menjadi indikator awal sebelum makanan sampai ke tangan siswa ” ujarnya.
Hermin menambahkan Alhamdulillah, hingga hari ini, bahkan dalam suasana puasa Ramadan, MBG tetap hadir di SMPN 4 Tanggul dengan penyesuaian makanan yang bisa dikonsumsi saat berbuka.
“Namun sekali lagi, satu hal yang tak boleh dilupakan yaitu peran kepala sekolah dan guru sebagai garda terdepan pengawasan. Pengecekan sebelum pembagian adalah tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan begitu saja” ujarnya.
Hermin berharap kalau nanti ada kendala kami utamakan diskusi dan kolaborasi bukan menyalahkan. Sebab program pemerintah sudah jelas untuk memberikan makanan bergizi agar anak-anak kita bisa belajar dengan lebih konsentrasi, bisa bertumbuh kembang tanpa kekurangan gizi.
“Guru menyelesaikan masalah dengan diskusi bukan dengan emosi, apalagi di bulan Ramadhan. Utamakan kerjasama dalam pengawasan dan pelayanan. Bila ada yang tidak sesuai bisa didiskusikan dengan pihak SPPG. Kalau diskusi dan evaluasi menemui jalan buntu, ya mau gak mau kita diskusikan ke pihak yang lebih berwenang supaya ada solusinya. Jangan pernah menyalahkan program pemerintah” tandasnya. (brt)







