
Teropong Indonesia News
JEMBER – Kesempatan rakyat untuk bertemu langsung dengan pemimpinnya dinilai sangat krusial, karena memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi, usulan, hingga keluhan secara terbuka dan transparan. Menurut Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Jember yang akrab disapa Cak Salam, program Bunga Desaku yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember merupakan langkah yang “pro wong cilik” (berpihak pada rakyat kecil).
Dalam kegiatan Bunga Desaku, berbagai bentuk bantuan sosial seperti paket sembako disalurkan secara langsung kepada penerima yang berhak, sehingga manfaat program pemerintah dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat di tingkat desa. Cak Salam menegaskan bahwa PAN sebagai partai pengusung akan terus berada di garda terdepan dalam mendukung serangkaian program yang digagas Bupati Gus Fawait, termasuk Bunga Desaku, karena dinilai selaras dengan visi pembangunan Jember Baru dan Jember Maju.
“Kami dari PAN akan terus mengawal program ini sampai tuntas. Program yang sudah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat seperti Universal Health Coverage (UHC), beasiswa mahasiswa, dan insentif guru ngaji patut terus didukung, termasuk Bunga Desaku yang berperan sebagai jembatan penting antara pemerintah dan rakyat,” ujarnya dengan tegas.
Sementara itu, pendapat yang berbeda datang dari Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jember, Widarto. Sebelumnya, ia menyampaikan usulan agar kegiatan Bunga Desaku ditiadakan dengan alasan perluasan efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan. Menurutnya, penyerapan aspirasi masyarakat tidak selalu harus dilakukan secara tatap muka, melainkan bisa melalui kanal digital seperti siaran langsung di media sosial maupun layanan pengaduan resmi Wadul Guse yang dinilai lebih hemat biaya dan dapat menjangkau lebih banyak orang.
Perbedaan pandangan ini mencerminkan dinamika politik sehat di tingkat daerah dalam menilai efektivitas pendekatan pemerintah dalam berinteraksi dengan masyarakat. PDIP menekankan pada aspek efisiensi dan optimalisasi teknologi digital sebagai sarana yang lebih praktis, sementara PAN melihat kehadiran fisik pemerintah di tengah masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang memiliki nilai tersendiri dan tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh media digital. Kedua partai sepakat bahwa tujuan utama dari setiap program adalah memberikan manfaat terbaik bagi rakyat Jember.







