Teropongindonesianews.com
BENGKULU UTARA – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler merupakan alokasi anggaran negara yang ditujukan untuk mendukung operasional dan fasilitas belajar bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Pemerintah berupaya mencetak generasi cerdas dan berguna melalui penyediaan fasilitas yang memadai melalui program ini.
Namun, niat mulia tersebut kini menuai sorotan tajam di SMP Negeri 47, Kecamatan Armajaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Publik mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran yang nilainya fantastis namun tidak terlihat dampak fisiknya di lapangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2026 ini sekolah tersebut tercatat menerima anggaran BOS sebesar Rp 474.440.000,00.
Yang menjadi tanda tanya besar adalah pos anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang menghabiskan dana mencapai Rp 86.099.600,00 dalam satu tahun.
Ironisnya, jika dilihat secara fisik kondisi gedung dan fasilitas di sekolah tersebut, tidak terlihat adanya kegiatan perbaikan, pengecatan, atau pemugaran yang signifikan. Hal ini semakin mencurigakan mengingat pada tahun 2025 lalu, sekolah ini juga pernah mendapatkan kucuran dana besar dari Kementerian melalui APBN untuk revitalisasi.
Selain anggaran fisik, pos lain yang juga menjadi perhatian adalah biaya administrasi kegiatan sekolah yang menyerap anggaran sekitar Rp 76.932.600,00, serta alokasi dana untuk pengembangan perpustakaan sebesar Rp 65.025.415,00.
Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai akuntabilitas penggunaan uang negara tersebut. Masyarakat menuntut penjelasan jelas mengenai ke mana perginya dana yang seharusnya digunakan untuk kemajuan pendidikan dan kenyamanan belajar siswa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola sekolah SMPN 47 Armajaya belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait pengelolaan dana BOS tersebut.
Saat dicoba dikonfirmasi, penanggung jawab anggaran maupun Kepala Sekolah belum dapat dimintai keterangan.
“Untuk hal tersebut, datang saja ke sekolah besok karena hari ini saya ada kegiatan di luar,” demikian jawaban singkat yang diterima, tanpa memberikan penjelasan lebih rinci mengenai rincian penggunaan anggaran yang bernilai ratusan juta rupiah itu.
Tarmizi

