
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Proyek strategis nasional Jalan Tol Prosiwangi yang melintasi Kabupaten Situbondo membawa perubahan signifikan bagi wajah daerah. Salah satu dampak infrastrukturnya, yakni Overpass di Dusun Taman, Desa Kalianget, kini tengah menjadi pusat perhatian publik.
Bukan karena fungsinya sebagai jembatan penghubung, melainkan karena fenomena menjamurnya pedagang kaki lima dan pengunjung yang menjadikan area tersebut sebagai tempat nongkrong favorit atau yang populer dijuluki warga sebagai area “Kopi Senja”. Namun, di balik keindahan pemandangan yang ditawarkan, kerumunan ini mulai memicu keresahan serius bagi warga dan pengguna jalan.
Keluhan Keselamatan dan Kemacetan
Kehadiran pedagang yang tidak tertata serta banyaknya kendaraan roda dua yang parkir di bahu jalan membuat akses jalan di atas overpass menyempit. Hal ini sangat mengganggu arus lalu lintas menuju Desa Kalisari dan Desa Tepos.
Salah seorang warga sekitar mengungkapkan kekesalannya saat dikonfirmasi oleh awak media. Menurutnya, kondisi tersebut sudah berada pada taraf membahayakan.
“Ini sangat mengganggu dan membahayakan, Mas. Kadang saat kendaraan melintas, banyak anak kecil yang menyeberang mendadak. Mayoritas pengunjung dan pedagang di sini justru orang luar daerah,” ujarnya.
Meski sempat dilakukan upaya penertiban oleh petugas Satpol PP, keamanan jalan tol, hingga pendampingan dari Babinsa setempat, para pedagang dan pengunjung tampaknya belum mengindahkan teguran tersebut. Aktivitas di sore hari menjelang Magrib justru semakin ramai.

Keresahan serupa juga disampaikan oleh pengendara asal Desa Kalisari yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia merasa was-was akan potensi kecelakaan akibat kerumunan yang tidak teratur.
“Kami merasa terganggu dan takut. Jika sampai terjadi kecelakaan, misalnya menabrak anak kecil yang tiba-tiba lari, pasti pengendara yang disalahkan. Padahal area ini adalah akses vital,” keluh sang pengendara.
Mengingat jalur ini merupakan akses utama bagi warga desa sekitar, masyarakat mendesak pihak berwenang untuk melakukan tindakan yang lebih tegas dan permanen sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.
Warga juga menaruh harapan kepada wakil rakyat yang berdomisili di wilayah tersebut.”Di desa kami (Kalisari) ada anggota DPRD Kabupaten Situbondo yang setiap hari melintas. Kami berharap sebagai perwakilan rakyat, beliau bisa mengusulkan solusi atau menegur pihak terkait agar area ini segera ditertibkan demi kenyamanan bersama,” tambahnya.
Inti Permasalahan:
• Keamanan: Risiko kecelakaan tinggi bagi anak-anak dan pengguna jalan.
• Mobilitas: Penyempitan jalur akibat parkir liar dan lapak pedagang yang tidak beraturan.
• Ketertiban: Teguran petugas (Satpol PP & Babinsa) yang belum ditaati.
Masyarakat Sekitar berharap kemajuan infrastruktur jalan tol ini tetap dibarengi dengan ketertiban umum agar fungsi utama overpass sebagai penghubung antar-desa tidak terganggu oleh aktivitas yang berisiko.
BiroTIN/STB








