
Teropongindonesianews.com
BENGKULU UTARA – Pemerintah Desa (Pemdes) Tambak Rejo secara resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap I untuk periode Mei 2026. Penyaluran yang menyasar 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tambak Rejo pada Kamis (07/05/2026).
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Desa Tambak Rejo, Rahmat Andika, S.K.M. Dalam arahannya, Rahmat mengimbau agar para penerima bantuan menggunakan dana tersebut dengan skala prioritas, khususnya untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.
”Kami sangat berharap bantuan ini dipergunakan secara bijak. Prioritaskan untuk pemenuhan gizi keluarga, seperti membeli beras, daging, telur, dan sayur-mayur agar kesehatan anggota keluarga tetap terjaga,” ungkap Rahmat di hadapan para penerima.
Terkait penurunan jumlah penerima dibandingkan periode sebelumnya, Rahmat memberikan penjelasan transparan mengenai kondisi fiskal desa tahun ini. Menurutnya, adanya kebijakan pemangkasan dana dari pemerintah pusat mengharuskan pihak desa melakukan verifikasi yang jauh lebih ketat.
Beberapa poin penting terkait kebijakan penyaluran tahun 2026 antara lain:
• Pemangkasan Anggaran: Terjadi penyesuaian dana dari pusat yang berdampak pada kuota penerima di tingkat desa.
• Seleksi Super Ketat: 10 KPM yang terpilih merupakan hasil verifikasi lapangan yang memastikan bantuan benar-benar jatuh ke tangan warga dengan kategori paling membutuhkan (tepat sasaran).
• Harapan Pengertian Warga: Pemdes memohon pemakluman bagi warga yang tidak lagi terdaftar sebagai penerima tahun ini karena kendala regulasi dan keterbatasan anggaran.
”Kami mengedepankan asas keadilan dan kepatuhan terhadap regulasi baru. Meski jumlahnya terbatas, kami pastikan 10 KPM ini adalah mereka yang secara objektif paling layak menerima bantuan sesuai kriteria yang ditetapkan,” tambah Rahmat.
Kegiatan penyaluran berlangsung dengan tertib dan lancar. Setiap KPM menerima haknya secara utuh tanpa potongan, sebagai langkah nyata pemerintah desa dalam memperkuat daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Tarmizi








