
Teropong Indonesia News
PASURUAN – Kecelakaan maut mengerikan mengguncang Desa Bulukandang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (12/5/2026) malam. Sebuah truk bermerek Fuso diduga mengalami kegagalan sistem pengereman atau rem blong saat melintasi jalan turunan panjang setelah melewati tanjakan curam. Kendaraan yang tak lagi bisa dikendalikan itu melaju liar dengan kecepatan tinggi, membunyikan klakson terus-menerus sebagai sinyal bahaya, sebelum akhirnya menghantam keras tebing tanah yang berada tepat di samping sebuah pohon asem besar yang berdiri kokoh di pinggir jalan. Peristiwa naas ini merenggut nyawa dua orang yang berada di dalam kabin; keduanya meninggal dunia di tempat kejadian dalam kondisi terjepit parah, bahkan satu jenazah sempat tergelincir masuk ke dalam saluran got saat proses evakuasi berlangsunBerdasarkan keterangan lengkap salah satu saksi mata yang berada di lokasi, momen mengerikan itu terlihat jelas sejak awal kejadian. Truk Fuso tersebut diketahui baru saja melewati tanjakan curam, lalu meluncur turun dengan kecepatan sangat tinggi. Sejak jarak cukup jauh, suara klakson kendaraan sudah terdengar berbunyi panjang dan terus-menerus tanpa henti, seolah menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang ada di depannya untuk menyingkir.
“Saya lihat sendiri, truk itu habis naik tanjakan, lalu saat jalan menurun, meluncur sangat kencang tak terkendali. Klaksonnya bunyi terus-menerus, suaranya menggelegar sampai ke sekitar. Semua pengendara motor dan kendaraan kecil yang lewat langsung minggir ke pinggir jalan karena paham ada bahaya datang. Sopir sepertinya sudah berusaha memberi tanda, tapi kendaraan itu sama sekali tidak bisa diperlambat atau dikendalikan. Tak lama kemudian, truk itu oleng tajam ke kiri, lalu langsung menabrak tebing tanah yang ada di samping pohon asem besar itu dengan benturan yang sangat dahsyat,” ungkap saksi tersebut dengan nada masih bergetar dan terguncang.
Meski menabrak tebing tanah, dampak hantamannya tetap sangat keras dan mematikan. Bagian depan kabin truk hancur lebur dan penyok rata masuk ke dalam, tergencet kuat karena kecepatan tinggi saat menabrak timbunan tanah yang padat dan kokoh di samping pohon besar tersebut. Besi-besi rangka kendaraan bengkok dan menjepit rapat kedua penumpang di dalamnya, yang diduga sebagai sopir dan kernet. Berdasarkan pemeriksaan awal petugas, kedua korban sudah meninggal dunia seketika di lokasi akibat luka parah dan benturan hebat di sekujur tubuh.
Evakuasi Dramatis: Satu Korban Masuk ke Got, Warga Bergotong Royong Bantu Sepakat
Proses pengeluaran jenazah berlangsung sangat sulit, menegangkan, dan penuh drama kemanusiaan. Posisi kabin yang tergencet kuat di antara badan truk dan tebing tanah, tepat di samping pangkal pohon asem besar, membuat ruang gerak petugas sangat terbatas. Belum lagi, dampak benturan yang keras membuat salah satu jenazah tergelincir keluar dan masuk ke dalam saluran got di pinggir jalan, menambah tingkat kesulitan evakuasi yang sudah berat.
Melihat kondisi tersebut, puluhan warga Desa Bulukandang berbondong-bondong datang membantu petugas kepolisian dan tim SAR secara sukarela. Mereka bergotong royong membawa alat bantu sederhana, mengikat tali, menahan beban, dan membersihkan tumpukan tanah longsor serta puing-puing kabin agar jenazah bisa ditarik keluar dengan aman dan penuh hormat. Upaya berat ini juga dibantu oleh dua unit alat berat forklift dan dua unit mobil Jeep yang dikerahkan untuk menarik badan truk sedikit menjauhi tebing tanah dan pohon besar tersebut, mengingat bobot kendaraan yang sangat berat dan sulit digerakkan.
“Kami semua turun tangan, bantu apa saja yang bisa dilakukan. Warga saling bahu-membahu dorong, tarik tali, sampai ada yang rela masuk ke dalam got yang sempit dan berlumpur hanya untuk mengangkat jenazah yang tergelincir tadi. Prosesnya lama dan berat sekali, karena kabinnya hancur dan terjepit rapat di dekat pohon besar, ditambah tanah yang longsor menutupi sebagian bagian depan. Tapi karena semua bersatu hati, akhirnya kedua jenazah bisa kami keluarkan meski perasaannya sangat sedih dan prihatin melihat kejadian ini,” cerita salah satu warga yang ikut terlibat langsung dalam evakuasi.
Dugaan sementara kepolisian sangat kuat mengerucut pada kegagalan fungsi rem kendaraan. Mengingat karakteristik jalan di Desa Bulukandang yang memiliki tanjakan dan turunan cukup curam, kondisi rem yang sudah tidak berfungsi atau kurang maksimal saat menahan beban kendaraan menjadi penyebab utama kendaraan tidak bisa dikendalikan kecepatannya saat meluncur turun. Diduga sopir sudah berupaya mengerem dan mencari jalan lolos ke tempat aman, namun tenaga kendaraan sudah terlalu besar dan tak mampu lagi diredam.
Kapolsek Pandaan yang tiba di lokasi memastikan akan meneliti lebih lanjut kelayakan teknis kendaraan serta riwayat perawatan rutin armada tersebut. Ia kembali mengingatkan seluruh pengemudi kendaraan berat agar memeriksa ulang kondisi rem, mesin, dan komponen keselamatan lainnya sebelum berangkat, terlebih saat akan melintasi jalur dengan tanjakan dan turunan panjang yang berbahaya.
“Kejadian ini sangat menyedihkan dan menjadi pelajaran besar bagi kita semua. Kelelahan, kelalaian perawatan, atau memaksakan kendaraan yang tidak layak jalan bisa berujung musibah fatal seperti ini. Kami imbau semua pengemudi, utamakan keselamatan, jangan ambil risiko, dan pastikan kendaraan aman sebelum berangkat,” tegas Kapolsek Pandaan.
Hingga berita ini diturunkan, kedua jenazah sudah berhasil dievakuasi sepenuhnya dan dibawa ke rumah sakit rujukan untuk proses identifikasi lebih lanjut. Jalan raya yang sempat tertutup total akibat puing, tumpukan tanah, dan proses evakuasi kini perlahan mulai dibuka kembali untuk dilalui kendaraan. Penyelidikan penyebab pasti dan kelengkapan administrasi kendaraan masih terus dilakukan pihak kepolisian.
Irawan – Kabiro Pasuruan






