
Teropongindonesianews.com
GRESIK – Kondisi bangunan yang Beberapa Tahun Silam Untuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Sungai Teluk, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, kini menjadi sumber keresahan utama bagi warga setempat. Bangunan yang telah lama terbengkalai dan tidak berfungsi tersebut kondisinya kini sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan publik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, struktur bangunan sudah mulai rapuh dan beberapa bagian dikabarkan mulai runtuh. Warga yang kerap melintas Melaut atau beraktivitas di sekitar lokasi mengaku takut tertimpa material bangunan yang sewaktu-waktu bisa ambruk.
Masyarakat sebenarnya telah berkali-kali menyampaikan aspirasi agar bangunan tersebut segera dirobohkan. Keluhan ini telah diteruskan kepada Maswadi, selaku Koordinator TPI dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur.
Menurut Maswadi, pihaknya telah mengusulkan pembongkaran tersebut ke kantor wilayah di tingkat provinsi. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum terealisasi. Sebagai langkah mitigasi sementara, pihak dinas hanya memasang papan peringatan di area bangunan, yang dinilai masyarakat tidak menyelesaikan akar permasalahan.

Merasa aspirasinya tidak kunjung mendapat tanggapan serius, warga akhirnya mengadu kepada Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, Junaidi. Menanggapi keresahan tersebut, Junaidi dengan tegas meminta pemerintah terkait untuk segera mengambil tindakan pembongkaran sebelum jatuh korban jiwa.
“Kami meminta agar bangunan ini segera dibongkar. Kondisinya sudah sangat rapuh dan bisa roboh kapan saja. Jika sampai memakan korban, siapa yang akan bertanggung jawab? Mengingat Di Area Tersebut Banyak Para Nelayan Dan Warga Sekitar Berlalu-lalang Untuk beraktivitas” tegas Junaidi.
Junaidi menambahkan, secara kelembagaan, pihaknya mendesak otoritas terkait untuk memprioritaskan pembongkaran karena keberadaan bangunan tersebut saat ini sudah tidak memberikan manfaat (tidak berfungsi), justru menjadi ancaman nyata bagi masyarakat di Desa Sungai Teluk.
“Daripada dibiarkan menjadi puing yang mengancam nyawa, lebih baik dibongkar secepatnya. Jangan menunggu ada korban baru ada pergerakan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera merespons tuntutan warga demi mencegah potensi bahaya yang lebih besar di kemudian hari.








