
Oleh: Jun Kristian
( Sekertaris Duta Inisiatif Indonesia Batch 13 Propinsi NTT)
Teropong Indonesia News
“mama tidak butuh kalian dapat uang banyak, tapi mama mau kalian selalu sehat dan bisa berkumpul bersama kami ”
Sebuah kalimat yang terdengar biasa namun mempunyai makna yang mendalam dan itu yang saya rasakan.
Ada satu tempat yang tidak pernah bisa benar-benar kita tinggalkan, meski kaki melangkah jauh dan usia terus bertambah. Tempat itu bernama keluarga.
Keluarga bukan sekadar rumah yang melindungi kita dari panas dan hujan. Keluarga adalah ruang pertama tempat kita belajar mengucapkan kata-kata, memahami kasih, menerima teguran, dan mengenal arti pengorbanan. Dari sanalah karakter kita mulai dibentuk.
Namun, tidak semua keluarga sempurna. Ada keluarga yang penuh tawa, ada pula yang menyimpan luka. Ada yang hangat dalam pelukan, ada yang kaku dalam diam. Perbedaan itu mengajarkan bahwa keluarga bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang orang-orang yang terus memilih bertahan dan belajar saling mengasihi di tengah keterbatasan.
Di zaman ketika banyak orang sibuk mengejar pencapaian, sering kali keluarga menjadi tempat yang paling mudah dilupakan. Kita begitu cepat membalas pesan pekerjaan, tetapi lambat menjawab sapaan orang tua. Kita rela menghabiskan waktu untuk dunia luar, tetapi lupa bahwa ada orang-orang di rumah yang menunggu sekadar cerita tentang hari yang kita jalani.
Mungkin hari ini kita belum mampu memberikan banyak hal kepada keluarga. Namun, perhatian, waktu, doa, dan kehadiran sering kali jauh lebih berharga daripada hadiah yang mahal.
Pada akhirnya, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari setinggi apa ia berdiri, tetapi juga dari seberapa kuat ia tetap menghargai akar yang telah menumbuhkannya. Sebab keluarga adalah akar itu. Ketika akar dijaga, pohon akan tetap berdiri kokoh meski diterpa badai.
“Keluarga adalah harta yang paling berharga dan akan terus ada ”
Semoga kita tidak hanya menjadi anak yang membanggakan keluarga karena prestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang menghadirkan kasih, pengertian, dan pengharapan bagi mereka yang telah lebih dahulu mengasihi kita.
Sebab keluarga bukan tempat yang selalu sempurna, melainkan tempat di mana kasih terus belajar untuk bertahan.








