
Teropongindonesuanews.com
GRESIK – Para sopir truk pengangkut kebutuhan pokok mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket penyeberangan rute Paciran–Bawean. Kondisi ini dinilai menghambat distribusi logistik ke wilayah kepulauan dan berpotensi merugikan masyarakat Bawean.
Salah satu sopir yang enggan disebutkan namanya menyebut sistem pembelian tiket saat ini masih manual dan tidak pasti.
“Kami sering kesulitan dapat tiket. Kadang harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian. Ini sangat menghambat pengiriman sembako ke Bawean,” ujarnya, Kamis [7/8/2026].
Menurut para sopir, sistem manual yang tidak transparan membuka celah praktik tidak adil dalam distribusi tiket.
“Kami memohon PT ASDP Indonesia Ferry segera menerapkan sistem tiket online. Dengan sistem online, prosesnya lebih transparan, tertib, dan tidak ada yang dirugikan. Kami juga mencurigai ada dugaan permainan, di mana harus keluar kocek lebih agar bisa langsung diberangkatkan,” tegasnya.
Para sopir menilai digitalisasi tiket tidak hanya memudahkan akses, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan menutup ruang bagi praktik calo.
Jalur Paciran–Bawean merupakan urat nadi distribusi logistik bagi masyarakat kepulauan. Jika persoalan ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan terjadi keterlambatan pasokan sembako.
Dampaknya bisa berupa kenaikan harga dan terganggunya kebutuhan dasar warga Bawean.
“Kalau tiket masih manual, peluang calo akan semakin besar. Kami butuh kepastian agar barang bisa sampai tepat waktu,” tambahnya.
Para sopir berharap PT ASDP bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret. Tujuannya untuk menjamin kelancaran distribusi logistik dan memberikan pelayanan yang adil, transparan, serta profesional kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan.
Junaidi







