
Teropong Indonesia News
BOLMONG UTARA – Kekecewaan mendalam masih membekas pada manajemen dan suporter Busisingo FC pasca laga big match Open Turnament tahun 2026 melawan Lagada FC yang berlangsung dua pekan lalu di Lapangan Desa Busisingo Utara. Dugaan kesalahan penerapan aturan dan keputusan sepihak oleh perangkat pertandingan dinilai merugikan tim, namun hingga saat ini belum ada sikap resmi dari PSSI baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi.
Diketahui, dalam pertandingan tersebut dipimpin oleh Wasit Utama Fadel Talango (Lisensi C2 PSSI) dan Asisten Wasit 1 Jemi Pangalila (Lisensi C3 PSSI). Keputusan-keputusan yang diambil keduanya memicu kecaman luas karena dianggap tidak menguasai peraturan permainan dan cenderung merugikan Busisingo FC.
Pelatih Utama Busisingo FC, Stenly Mokodompit, menegaskan pihaknya tidak akan diam begitu saja. Hingga kini manajemen terus mendesak Penjabat Sementara Ketua PSSI Kabupaten Bolmong Utara, Salmin Akku, untuk segera mengambil langkah tegas dan menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Kami meminta penjelasan dan tindakan nyata. Jika memang terbukti melanggar aturan atau tidak cakap memimpin pertandingan, lisensi yang mereka pegang bukan sekadar hiasan. PSSI harus menjaga marwah permainan sepak bola yang jujur dan sportif,” tegas Stenly.
Menurut Kode Disiplin PSSI, kelalaian atau penyalahgunaan wewenang saat bertugas dapat dikenakan sanksi mulai dari teguran keras, penundaan tugas, hingga pencabutan lisensi dan larangan terlibat dalam kegiatan sepak bola selamanya. Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada surat keputusan resmi yang diterbitkan oleh Komisi Disiplin.
Tim Teropong Indonesia News akan terus mengawal dinamika ini agar keadilan kompetisi tetap terjaga dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan oleh keputusan yang diambil secara sembarangan. Red







