Teropong Indonesia News
BONDOWOSO — Ribuan warga yang memadati sepanjang Jalan A. Yani Bondowoso tak kuasa menahan kagum. Pawai Budaya dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus Hari Jadi Bondowoso ke-207 berubah menjadi panggung seni yang luar biasa, dan di antara barisan peserta, SMP Negeri 4 Bondowoso tampil paling mencolok dan memukau. Penampilan mereka sungguh spektakuler — bukan hanya kostum yang megah dan penuh detail, tetapi juga semangat yang terpancar dari setiap langkah, menjadikan momen kemerdekaan kali ini sebagai kenangan yang tak terlupakan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah yang baru, para siswa dan siswi tampil dengan semangat yang membara, tertata rapi, dan penuh percaya diri. Kehadiran pemimpin baru yang membawa semangat baru ini terasa nyata — tidak hanya membuat seluruh warga sekolah bangga, tetapi juga para Wali Murid dan warga yang hadir pun tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan dan apresiasi yang meriah. Lebih dari sekadar pawai, penampilan ini benar-benar menumbuhkan semangat Jiwa Pancasila yang utuh dan kokoh di dalam dada setiap siswa — bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya diucapkan, tetapi dihayati dan ditunjukkan dengan karya nyata yang memukau mata dan menyentuh hati.

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Natasya Dwi Rizki Efendi, siswi Kelas 3 yang tampil bagai ratu di atas kereta kencana. Dengan busana berwarna ungu yang anggun dan mempesona, dihiasi ornamen emas dan permata tiruan yang berkilau, serta mahkota yang megah — ia membawakan tema “Pawai Kucur” dalam rangkaian Festival Khadisah, sementara rombongan lainnya menampilkan “Pesona Blue Fire” dengan kereta hiasan biru yang elegan dan kostum berapi-api yang memikat.

Tak hanya itu, barisan peserta SMPN 4 Bondowoso juga menampilkan kepala harimau bertiga yang gagah perkasa, kereta hiasan bertingkat berwarna emas yang megah bak istana berjalan, serta barisan pengibar bendera dan pembawa foto pahlawan yang berjalan tegap dan penuh khidmat. Semua itu berpadu menjadi satu kesatuan pertunjukan seni yang luar biasa — penuh warna, penuh makna, dan penuh cinta tanah air.

Gerakan yang serasi, kostum yang penuh kreativitas, dan ekspresi yang tulus membuat penonton terpaku — seolah-olah mereka sedang menyaksikan pertunjukan seni budaya yang luar biasa. Keindahan “Pesona Blue Fire” yang melambangkan semangat yang tak pernah padam, serta kehangatan “Pawai Kucur” yang menggambarkan kebersamaan dan kasih sayang, sungguh menyatu menjadi satu kesatuan yang memukau dan menginspirasi semua orang yang menyaksikannya.

“Sangat luar biasa! Anak-anak tampil begitu megah, begitu cantik, dan penuh semangat. Ini bukan sekadar pawai — ini adalah bukti bahwa Jiwa Pancasila hidup di hati mereka. Kreativitas, kerja sama, dan kebanggaan akan budaya sendiri terlihat begitu nyata. Kami, para orang tua dan warga, sangat bangga melihat perkembangan SMPN 4 Bondowoso di bawah kepemimpinan yang baru ini,” ungkap salah satu Wali Murid yang hadir dengan mata berbinar bangga.

Penampilan SMPN 4 Bondowoso hari ini menjadi bukti nyata: ketika semangat kemerdekaan, kepemimpinan yang baik, dan kreativitas bersatu — lahirlah hal-hal yang luar biasa. Semangat yang ditunjukkan Natasya, teman-temannya, dan seluruh warga sekolah ini adalah harapan bangsa yang sedang tumbuh — kokoh, berwarna, dan penuh cinta tanah air.
Semoga semangat ini terus menyala, seperti Blue Fire yang tak pernah padam, dan terus berkembang seperti Pawai Kucur yang penuh keberkahan. Teruslah berkarya, teruslah berbakti, dan teruslah menjaga semangat Pancasila yang telah kalian tunjukkan hari ini…!!!.
Efendi – Wapemred

