Teropong Indonesia News
Maumere – Komunitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Panti Santa Dymphna Maumere Flores merayakan Pancawindu YASBIDA dengan beberapa perlombaan antar pasien ODGJ menyongsong perayaan puncak peringatan 40 tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (YASBIDA).

Jumat, 28 Agustus 2026 Panitia mengelar lomba Estafet Bola Tali dan Estafet Tepung Kartu antar pesien ODGJ panti. Tampak para mentor (para perawat dan tenaga psikologi panti) mempersiapkan tim/anggota kelompoknya. Klien ODGJ dibagi menjadi empat kelompok: kelompok St. Vinsensius, Kelompok Santa Dymphna, Kelompok Bapak Hendrikus Leven, SVD dan Kelompok Bapak Engelbertus Khunne, SVD. Setiap kelompok dari kedua perlombaan tersebut terdiri dari 10 anggota dan setiap kelompok dimentori oleh 5-6 orang perawat/tenaga psikologi.

Sebelum pertandingan digelar, ketua Panitia, Fransiskus Arifin Betok, S.Psi, menyampaikan hal-hal penting terkait dengan peraturan/persyaratan dan hal-hal teknis dalam permainan/perlombaan yang perlu diperhatikan, terutama bagi para mentor.

“Sebagai mentor, kita tidak hanya berusaha keras untuk memenangkan tim jagoan kita. Ada hal yang terpenting dalam perlombaan ini. Bukan soal siapa yang meraih juara/peringkat berapa. Ini adalah bagian dari terapi psikologi. Karena itu kita tidak hanya berperan sebagai mentor untuk memenangkan sebuah pertandingan/perlombaan. Kita adalah pendamping, tenaga psikologi dan perawat untuk memenangkan hati mereka, agar mereka nyaman, aman dengan kita dan terlibat dalam berbagai kegiatan perlombaan yang kita rancang. Semua perlombaan/pertandingan yang dirancang adalah bagian dari pendampingan psikologi”, tegas pak Arifin Betok, alumni Universitas Nusa Nipa Maumere.

“Kita tetap menghargai dan memperlakukan mereka dengan baik dalam mendorong mereka terlibat dan memenangkan perlombaan ataupun pertandingan yang diselenggarakan. Karena itu, apapun kondisi pasien kita, perilaku dan tutur kata yang ditampilkan, mereka tetap dihargai dan dihormati sebagai pribadi yang memiliki hak dan martabat”, lanjut pak Arif, tenaga psikologi senior asal Nita Maumere tersebut.
Pertandingan Estafet Bola Tali dan Etafet Tepung Kartu kemudian digelar secara berurutan. Wasit dan pengawas pertandingan telah siap di lapangan pertandingan. Pertandingan Estafet Bola Tali digelar pertama oleh panitia.
Tampak keempat kolompok terdiri dari 10 anggota. Mereka berjuang keras menstabilkan tali yang terikat dengan paralon dan dipegang masing-masing anggota. Semua berusaha agar bola tetap berada di atas puncak pipa parlon. Mereka bergerak cepat namun penuh kehati-hatian sejak dari garis start menuju garis finis sebelum bola dijatuhkan ke dalam keranjang yang sudah disiapkan panitia di akhir garis finis. Mereka semua berusaha untuk menjadi yang pertama dan tercepat memasukan 5 bola yang sudah disiap di tempat start ke dalam keranjang di garis finish itu.
Perlombaan Estafet Bola Tali pada akhirnya terselenggara dengan penuh keseruan, disaksikan langsung oleh Pimpinan Panti dan Yayasan, Sr. Lucia, CIJ, Sr. Esta CIJ dan beberapa staf kantor. Dalam pertandingan Estafet Bola Tali, peraih juara pertama adalah Kelompok St. Vinsensius, juara ke-2, Kelompok Hendrikus Leven, juara ke-3 Kelompok Engelbertus Khunne dan juara ke-4 kelompok St. Dymphna.
Setelah perlombaan Estafet Bola Tali digelar, panitia kemudian menggelar pelombaan Estafet Tepung Kartu. Setiap anggota dari masing-masing kelompok memindahkan tepung trigu yang sudah disiapkan panitia di garis start dengan volume yang sama kepada sesama anggota. Peralatan yang digunakan bukan senduk tapi selembar kartu. Masing-masing anggota diberi kartu lalu digigit/dijepit dengan bibir.
Mentor mencedok/ambil tepung dengan selembar kartu lalu ditumpahkan di atas kartu yang sedang digigit oleh peserta pertama. Peserta pertama kemudian menuangkan terigu tersebut pada kartu yang sedang dijepit oleh peserta kedua dan seterusnya hingga peserta ke-10 (terakhir). Tim yang mengumpulkan trigu terbanyak di kotak yang diletakan pada garis finis adalah pemenang/juara pertama dan seterusnya.
Untuk perlombaan Estafet Tepung Kartu, kelompok yang meraih peringkat pertama adalah kelompok Santa Dymphna, peringkat kedua, kelompok St. Vinsensius, peringkat ketiga adalah Kelompok Engelbertus Khunne, SVD dan peringkat keempat adalah kelompok Bapak Hendrikus Leven, SVD.
Dalam sambutannya sebelum pertandingan ditutup, Sr. Lucia, CIJ Pimpinan Panti, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mentor pertandingan dan panitia perayaa. “Saya menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada Panitia Peryaan Pancawindu Yayasan dan para mentor yang telah mendampingi pasien dalam setiap pertandingan dengan sangat baik. Ini bukan hal atau perkara mudah. Susah-susah gampang, gampang-gampang sulit”, tegas Sr. Lucia, CIJ yang juga adalah salah satu pengurus YASBIDA.
Pimpinan Panti, Sr. Lucia, CIJ juga memberikan apresiasi kepada para mentor dan panitia perayaan serta menggarisbawahi bahwa pelayanan terhadap pasien ODGJ butuh perjuangan dan pengorbanan.
“Kita mendampingi pasien dengan gangguan jiwa. Tidak mudah. Butuh perjuangan dengan diri kita, pengorbanan, kesabaran dan ketabahan, Tapi kita, Anda semua telah melakukannya dengan baik. Untuk itu saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kamu semua. Kamu telah bekerja dan mendampingi klien dengan tekun, jujur, setia dan bertanggungjawab terhadap Tuhan dan diri Anda”, demikian Sr. Lucia, CIJ yang sudah 23 tahun lebih membaktikan hidupnya bagi ODGJ di Panti Santa Dymphna Maumere Flores NTT. YOHANIS don Bosko – REDPEL

