Teropong Indonesia news
BANYUWANGI – Sebuah manuver penyalipan yang berujung maut merenggut nyawa Subhan Ridho R. (21), warga Asembagus, Situbondo, pada Kamis pagi (8/10/2026). Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, tepatnya di utara Masjid Nurul Karim, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, melibatkan dua bus besar dan satu sepeda motor.
Korban yang mengendarai Honda Astrea Legenda (P-5397-ZB) dikabarkan tewas di tempat kejadian perkara (MD TKP) dengan kondisi kepala hancur akibat terlindas roda belakang Bus Titian Mas (EA-7516-A). Insiden ini bermula ketika Bus Titian Mas yang melaju dari arah Selatan ke Utara mencoba mendahului kendaraan di depannya.
Saksi mata menceritakan bahwa Bus Putra Pandawa (K-7634-OC) yang datang dari arah berlawanan sempat menurunkan kecepatan dan menepi ke bahu jalan untuk memberi ruang. Namun, naasnya, motor korban yang berada di belakang Bus Titian Mas diduga terdesak atau terbentur saat proses penyalipan berlangsung. Motor tersebut tergelincir masuk ke kolong bagian kanan belakang Bus Putra Pandawa, sebelum akhirnya tubuh korban terseret dan terlindas oleh roda Bus Titian Mas yang sedang menyelesaikan manuvernya.
Polresta Banyuwangi Fokus pada Faktor Kelalaian Manusia
Unit Gakkum Polresta Banyuwangi kini tengah melakukan penyelidikan intensif. Selain olah TKP, penyidik akan memeriksa rekaman CCTV atau dashcam serta menggali keterangan dari kedua pengemudi bus dan kernet untuk menentukan titik kelalaian utama dalam kecelakaan chain reaction ini.
“Kami akan memastikan siapa yang paling bertanggung jawab atas insiden ini, apakah karena ketidakhati-hatian pengemudi bus dalam menyalip atau pengendara motor yang memaksa berada di area rawan,” ujar sumber dari Polresta Banyuwangi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dari puluhan penumpang kedua bus (32 orang di Titian Mas dan 30 orang di Putra Pandawa). Jenazah korban telah dievakuasi ke Puskesmas Wongsorejo untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada keluarga.
PERINGATAN KERAS: WASPADAI “AREA MATI” KENDARAAN BESAR!
Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit bagi semua pengguna jalan:
1. Jangan Pernah Memaksa Salip: Jika melihat bus/truk sedang bermanuver, tahan laju kendaraan Anda. Jangan pernah mencoba menyelip di antara dua kendaraan besar.
2. Hindari Blind Spot: Posisi paling berbahaya adalah tepat di samping atau sedikit di belakang roda depan/kolom bus. Jika Anda tidak bisa melihat spion pengemudi bus melalui kaca spion Anda, berarti ia juga tidak bisa melihat Anda.
3. Waspada Turbulensi Angin: Kendaraan besar menciptakan hembusan angin kuat yang dapat membuat motor kehilangan keseimbangan seketika.
Keselamatan adalah prioritas utama. Mari tinggalkan budaya ugal-ugalan di jalan raya sebelum nyawa menjadi taruhannya.
(Adi-1)

