Teropongindonesianews
BANYUWANGI – Rasa ngeri menyelimuti pengguna jalan nasional yang melintasi kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, pada Rabu (28/10/2026). Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas melibatkan beberapa sepeda motor terjadi akibat jalanan yang licin oleh tumpahan oli bekas. Yang paling memilukan, di antara korban tersebut terdapat anak-anak kecil yang turut menjadi korban kelalaian orang dewasa.

Berdasarkan informasi yang beredar cepat di media sosial dan grup WhatsApp warga, diduga kuat tumpahan oli tersebut berasal dari kendaraan pengangkut (pengepul) oli bekas yang tidak menggunakan standar keamanan (safety) memadai. Wadah yang bocor atau terbuka membuat cairan kental dan licin itu mengotori aspal, mengubah jalur vital tersebut menjadi perangkap mematikan.
Kelalaian Fatal: Mengangkut Limbah B3 Seperti Mainan
Oli bekas dikategorikan sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Pengangkutannya wajib mematuhi protokol ketat, termasuk penggunaan wadah tertutup rapat dan kendaraan yang layak. Namun, fakta di lapangan menunjukkan banyak pengepul liar yang abai, hanya bermodalkan jerigen seadanya atau bak terbuka tanpa pelapis.
“Sangat tidak manusiawi. Mereka cari untung, tapi nyawa orang lain, apalagi anak-anak, jadi taruhannya. Jalan jadi licin sekali, motor langsung oleng saat melewati genangan oli itu,” kesaksian salah satu saksi mata yang videonya viral di medsos.
HIMBAUAN KERAS & DESAKAN TEGAS KEPADA APARAT
Melihat potensi bahaya yang terus mengintai, masyarakat dan komunitas pengendara mendesak pihak berwajib untuk segera bertindak:
1. Polisi & Dinas Lingkungan Hidup: Lakukan razia mendadak terhadap kendaraan pengangkut limbah B3 di jalur rawan seperti Baluran. Tilang dan proses hukum pelaku yang melanggar prosedur keselamatan pengangkutan limbah.
2. Sanksi Pidana: Jangan hanya sekadar peringatan. Gunakan pasal pencemaran lingkungan dan kelalaian yang membahayakan umum. Jerat mereka agar jera dan tidak mengulangi perbuatannya.
3. Peringatan bagi Pengepul: Gunakan alat angkut yang standar. Jika tidak mampu, jangan lakukan. Keselamatan jiwa lebih berharga daripada rupiah hasil jual oli bekas.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk tidak tidur. Tindak tegas pengepul oli yang ceroboh ini. Kalau tidak, korban akan terus bertambah. Bayangkan jika besok yang jatuh adalah anak kita sendiri. Jangan tunggu ada kematian baru kalian bergerak!” seru perwakilan warga Banyuwangi-Situbondo dengan nada emosional.
Jalur Baluran adalah pintu gerbang wisata dan urat nadi transportasi. Kebersihannya adalah tanggung jawab bersama, namun keamanannya adalah kewajiban negara. Lindungi anak-anak kami dari kelalaian bisnis ilegal yang mematikan.
Jurnalis: Adi

