Teropongindonesianews
BANYUWANGI – Jalur Nasional Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, kembali mencatatkan sejarah kelam. Pada Kamis (22/10/2026) pagi sekira pukul 07.15 WIB, sebuah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) melibatkan dua sepeda motor terjadi tepat di depan Pabrik Kapuk. Korban, Surotul Faizah (45), seorang Ustazah di Pondok Pesantren Nurul Abharor Ar-Rabbaniin, Umbul Alasbuluh, harus menelan pil pahit setelah tubuhnya terhempas akibat benturan keras.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi berinisial S, kronologi bermula ketika Surotul Faizah mengendarai sepeda motor dari arah Selatan, berniat menyeberang ke arah Timur menuju pondok pesantren tempat ia mengajar. Namun, niat baiknya terhalang oleh kehadiran pengendara lain, Ilham, yang melaju dari arah Utara (berlawanan) dengan kecepatan tinggi.
“Tabrakan terjadi sangat keras. Suara benturan itu terdengar jelas. Ibu Surotul terpental, sementara Ilham juga jatuh,” kesaksian saksi mata kepada awak media Teropong Indonesia News.
Luka Serius, Untungnya Nyawa Selamat
Akibat hantaman tersebut, Surotul Faizah mengalami luka cukup parah pada bagian kepala dan kaki, hingga diketahui warga Desa Bengkak membutuhkan tindakan jahitan medis. Sementara itu, Ilham yang diketahui bekerja di PT SAA Bangsring, hanya mengalami luka lecet ringan. Kedua korban segera dilarikan ke Puskesmas Wongsorejo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kanit Laka Polsek Wongsorejo, Aiptu Mohammad Anwar, telah turun tangan menangani kasus ini. Kapolsek Wongsorejo membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa proses penyelidikan lebih lanjut sedang berjalan untuk menentukan pihak yang paling bertanggung jawab atas kelalaian berkendara.
HIMBAUAN TEGAS: JANGAN MAIN GAS DI JALUR PADAT!
Melihat tingginya intensitas lalu lintas di jalur Alasbuluh-Wongsorejo, Polresta Banyuwangi melalui Kapolsek Wongsorejo mengeluarkan himbauan keras:
1. Kurangi Kecepatan: Jalan nasional bukan sirkuit balap. Kecepatan tinggi mengurangi waktu reaksi saat menghadapi situasi darurat, seperti penyeberangan atau kendaraan dari arah berlawanan.
2. Hati-hati di Titik Rawan: Area depan pabrik dan persimpangan menuju pondok pesantren adalah zona merah. Pengemudi wajib siaga penuh.
3. Utamakan Etika Berlalu Lintas: Saling menghargai antar pengguna jalan adalah kunci. Jangan memaksakan hak jalan jika kondisi tidak memungkinkan.
“Kami sangat prihatin melihat seorang tenaga pendidik menjadi korban. Ini adalah pengingat bagi kita semua. Keselamatan keluarga Anda di rumah menunggu kepulangan Anda dengan selamat, bukan dengan tubuh yang terluka,” pesan Kapolsek.
Semoga Surotul Faizah lekas sembuh, dan kejadian ini menjadi alarm bahaya bagi siapa saja yang masih ugal-ugalan di jalan raya..
Jurnalis:Adi

