Oplus_131072
Teropong Indonesia news
BANYUWANGI – Tragedi kembali mewarnai Jalur Pantura Banyuwangi-Situbondo. Seorang pria berusia 52 tahun, Saying Rono, tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP) setelah sepeda motor Honda Scoopy yang dikemudikannya oleng dan menabrak bagian depan truk Mitsubishi Colt Diesel saat mencoba mendahului kendaraan lain. Kecelakaan maut ini terjadi pada Sabtu malam (10/10/2026) pukul 19.35 WIB, tepatnya di sebelah utara GWD, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.
Berdasarkan keterangan Kanit Lantas Polsek Wongsorejo, Aiptu Moh. Anwar, korban yang membonceng Lukmanul Hakim (42) tersebut melaju dari arah utara ke selatan. Saat berada di lokasi kejadian, Saying Rono diduga terburu-buru ingin mendahului kendaraan roda empat di depannya. Namun, naasnya, keseimbangan motor hilang hingga oleng ke kanan.
Di detik yang sama, sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel (AD-8024-JF) yang dikemudikan Rivanda Ade Kurniawan (25) melaju dari arah berlawanan (selatan ke utara). Tabrakan frontal tak terhindarkan. Kepala dan tubuh Saying Rono menghantam bodi truk dengan keras, menyebabkan luka robek terbuka di kedua paha dan kening. Korban dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah kejadian.
Penumpang Alami Luka Parah, Dievakuasi ke RSUD Blambangan
Nasib berbeda dialami penumpang, Lukmanul Hakim. Ia mengalami cedera serius meliputi luka robek di dagu, kaki kiri, serta patah tulang pada wajah dan lengan kiri bawah. Korban segera dievakuasi oleh petugas gabungan dan dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan intensif. Sopir dan penumpang truk dalam kondisi selamat tanpa luka berarti.
HIMBAUAN KERAS: JANGAN MEMAKSA SALIP DI JALUR PADAT & GELAP!
Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan, melalui jajarannya menyampaikan duka cita mendalam dan memberikan himbauan tegas bagi seluruh pengguna jalan, khususnya di jalur rawan seperti Wongsorejo:
1. Analisis Situasi Sebelum Mendahului: Pastikan lajur lawan benar-benar kosong dan jarak pandang jelas. Jangan pernah memaksakan diri mendahului jika ada kendaraan besar dari arah berlawanan.
2. Waspada Kondisi Malam Hari: Penerangan jalan yang terbatas dan kelelahan pengemudi meningkatkan risiko kesalahan perhitungan jarak dan kecepatan. Kurangi kecepatan di malam hari.
3. Utamakan Keselamatan, Bukan Kecepatan: Beberapa detik keterlambatan jauh lebih baik daripada kehilangan nyawa selamanya. Manuver mendahului adalah penyebab utama kecelakaan fatal di jalur dua arah.
Keluarga korban kini tengah berduka. Mari jadikan kematian Saying Rono sebagai peringatan terakhir agar kita lebih bijak dan hati-hati di jalan raya. Nyawa tidak bisa diulang.
(Adi)

