Teropong Indonesia news
BANYUWANGI – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Balai Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, pada Jumat pagi (10/10/2026). Sebanyak 138 warga menerima sertifikat tanah secara gratis melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Banyuwangi. Di balik seremoni penyerahan ini, tersimpan apresiasi setinggi-tingginya warga kepada Kepala Desa Wongsorejo, Abdul Bakar, yang dinilai telah berjuang mati-matian membebaskan masyarakat dari jeratan biaya administrasi sertifikasi yang mahal.
Dalam sambutannya, Kades Abdul Bakar menekankan bahwa program ini adalah “hadiah” besar bagi rakyat kecil. “Ini program pemerintah yang harus kita ambil. Kalau ngurus mandiri, biayanya pasti mahal dan rumit. Seringkali sertifikat gagal terbit hanya karena admin kurang lengkap,” ujar Abdul Bakar.
Ia juga mengungkapkan pengorbanan tim di balai desa, khususnya Kelompok Kerja Masyarakat (Pokmas), yang sering bekerja lembur demi kelengkapan data warga. “Bapak Ibu sekalian tahu sendiri, kerja Pokmas itu kadang-kadang lembur. Bukan cuma urusan surat nikah yang selesai dalam sehari, tapi urusan tanah ini butuh ketelitian. Alhamdulillah, hari ini 138 sertifikat bisa diserahkan,” tambahnya.
Abdul Bakar juga memberikan bocoran optimis: dari total 1.800 pengajuan, masih ada sekitar 500-600 sertifikat lagi yang dijadwalkan turun pada November 2026. “Jangan sampai program ini dilewatkan. Ini rezeki dan hak warga. Kalau kita tidak ambil, sayang sekali,” imbau Kades yang akrab disapa Pak Bakar tersebut.
Warga: “Kalau Urus Sendiri, Kami Tidak Ada Biaya”
Salah satu penerima sertifikat, Yanti, warga Dusun Krajan, Wongsorejo, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia menyatakan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Abdul Bakar.
“Saya bangga dan senang sekali. Terima kasih banyak kepada Pak Kades Abdul Bakar yang telah mengusahakan ini. Kalau kami urus sertifikat sendiri, kami tidak ada biaya. Dengan program ini, semua jadi mudah dan gratis,” ungkap Yanti dengan nada bersyukur.
Penyerahan sertifikat dilakukan secara tertib dengan sistem pembagian tiga tahap untuk menghindari antrean panjang. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari BPN Banyuwangi yang menyerahkan dokumen langsung kepada warga.
Melalui keberhasilan PTSL ini, Desa Wongsorejo membuktikan bahwa kepemimpinan yang pro-rakyat dan transparan mampu mengubah birokrasi yang rumit menjadi berkah nyata bagi kesejahteraan warganya.
(Adi)

