
Teropongindonesianews.com
Pesawaran, Lampung – Terungkapnya fakta baru terkait raibnya 14 ekor sapi milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Karya Makmur, Desa Bangunsari, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung, semakin menguatkan dugaan keterlibatan oknum dalam kasus ini. Selain Kepala Desa (Kades) Hendrik Cahyono, dua oknum lainnya, yaitu Direktur BUMDES Agus Riyanto dan Bendahara Desa Ari Tri Susanto, kini terendus terlibat.
Pengakuan Sumedi, salah satu warga yang menggado sapi milik BUMDES, membenarkan bahwa Agus Riyanto telah menjual satu ekor sapi milik BUMDES.
“Saya menggado/Memelihara sapi milik BUMDES, satu ekor, dan sapi tersebut sudah diambil dan dijual oleh Pak Agus,” ungkap Sumedi saat dikonfirmasi di kediamannya pada 5 Februari 2025.
Saat dikonfirmasi melalui telepon, Agus Riyanto membenarkan pernyataan Sumedi.
“Memang betul saya yang menjual sapi yang digadai Pak Sumedi. Lakunya berapa saya tidak ingat, dan uang hasil jual sapi tersebut saya titipkan ke bendahara desa waktu itu, masih Pak Ari,” jelasnya.
Mulyadi, warga lainnya yang juga menggadai sapi BUMDES, mengungkapkan bahwa sapi miliknya dijual oleh Ari Tri Susanto.
“Sapi yang saya gado sudah diambil dan dijual oleh Pak Ari, bendahara desa,” bebernya.
Ari Tri Susanto, mantan bendahara desa, saat dikonfirmasi di kediamannya pada 4 Februari 2025, mengakui telah menjual sapi milik BUMDES yang dipelihara oleh Mulyadi.
“Sapi yang dipelihara Pak Mulyadi benar saya yang menjual, dan uang hasil penjualan sapi sudah habis untuk keperluan kantor desa,” akunya.
Sebelumnya, keterlibatan Kades Hendrik Cahyono dalam kasus ini telah terungkap melalui keterangan Yatno, salah satu pengurus sapi BUMDES. Yatno menuturkan bahwa dua ekor sapi milik BUMDES diambil oleh Kades Hendrik Cahyono setelah dilantik menjadi Kades Bangunsari.
“Sapi memang benar ada di saya, tapi waktu itu, pasca Hendrik Cahyono dilantik menjadi Kades Bangunsari, sapi tersebut diambil oleh kades tersebut,” ujar Yatno polos saat diwawancarai wartawan.
Agus Kurniawan, pengurus sapi BUMDES lainnya, juga membenarkan bahwa satu ekor sapi milik BUMDES diambil oleh Kades Hendrik Cahyono.
“Sapi milik BUMDES Karya Makmur yang ada di saya juga diambil oleh Pak Hendrik Cahyono,” katanya.
Mantan Direktur BUMDES Karya Makmur, Lehan, beserta Sekretaris Sodik dan Bendahara Eli, saat dihubungi media, membenarkan bahwa sapi-sapi tersebut sudah tidak ada.
“Ya, itulah kami sampaikan apa adanya. Pasca Hendrik Cahyono dilantik menjadi Kades Bangunsari, katanya ada reorganisasi, tapi kenyataannya ya seperti ini. Pengurus baru tidak ada, justru sapi yang ada dijual oleh oknum Kades Hendrik Cahyono dan oknum lainnya sebanyak dua ekor, serta yang lainnya belum terungkap,” beber Direktur BUMDES Karya Makmur pada Jumat (7 Februari 2025).
Sapi yang ada di BUMDES Karya Makmur merupakan sapi bantuan dari Dana Gerakan Desa Ikut Sejahtera (Gadis) untuk BUMDES desa Bangunsari senilai Rp100.000.000,- dan dari Dana Desa (DD) tahun 2016 senilai Rp100.000.000,-.
Kades Bangunsari Hendrik Cahyono sudah enam bulan terakhir ini nyaris tidak pernah ngantor. Hal ini terjadi setelah dirinya ramai dibicarakan warga dan diberitakan di beberapa media online terkait DD tahap 2 tahun 2024 yang tidak direalisasikan olehnya.
SADEK







