
Teropongindonesianews.com
RAGAM BISNIS – Rombongan mitra bisnis BALAD Grup, yang terdiri dari pengusaha asal China dan Singapura, telah berangkat menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Perjalanan ini merupakan tindak lanjut dari survei sebelumnya terkait pembangunan keramba dan hatchery di wilayah tersebut.
Rombongan yang bertolak dari Pelabuhan Kalbut menggunakan kapal cepat yacht, langsung menuju Desa Saobi Kangayan. Sebelumnya, mereka telah mengunjungi hatchery, gudang pembuatan kerambah, dan lokasi pembenihan milik Balad Grup di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Para pengusaha dari China dan Singapura ini berencana untuk membeli Benih Bening Lobster (BBL) dan hasil budidaya lobster, kerapu, kerang, teripang, anggur laut, rumput laut, dan udang kipas (LOKETARU) BALAD Grup
Kedatangan 8 pengusaha asal China dan 5 pengusaha asal Singapura disambut langsung oleh pemilik Balad Grup, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy dan Tim
“Para pengusaha ini melakukan survei ke hatchery, gudang pembuatan kerambah, dan lokasi pembenihan milik Balad Grup,Hari ini kedatangan 8 pengusaha dari China dan 5 pengusaha dari Singapura, Saya undang untuk melihat langsung progres budidaya lobster di Situbondo dan Teluk Kangean Sumenep. Biar mereka tahu bahwa cicit Ken Arok bukan pengusaha Indonesia sembarangan, yang hanya jual omongan tanpa bukti seperti pengusaha lainnya,” tegas Haji Lilur
Haji Lilur juga menjelaskan bahwa Balad Grup telah memiliki 10.000 keramba dan akan memberdayakan pengrajin Mabel di Kabupaten Situbondo untuk membuat kerangka kerambah.
“Tujuan kegiatan budidaya lobster ini untuk kemanusiaan, bukan untuk memperkaya diri sendiri dan untuk menjadikan Indonesia sebagai Raja Lobster Dunia ,” .Tutupnya
BiroTIN/STB








