
Teropongindonesianews.com
Situbondo, 18 April 2025 – Harapan 800 warga Dusun Klompangan, Desa Alasbayur, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, akhirnya terwujud. Setelah terisolasi selama dua bulan akibat longsor yang terjadi pada bulan Februari 2025, akses jalan vital sepanjang 100 meter yang menghubungkan Dusun Klompangan ke Dusun Campoan kini kembali dibuka. Pembukaan jalan ini dipantau langsung oleh Bupati Situbondo, Bapak Yusuf Rio Wahyu Prayogo, pada Jumat,18/04/2025
Pengerukan material longsor yang mencapai ketinggian satu meter dilakukan secara intensif menggunakan alat berat ,Longsor tersebut sebelumnya telah memutus akses jalan dan mengakibatkan kesulitan bagi warga untuk memenuhi kebutuhan pokok, mengakses layanan kesehatan, dan menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial.
Kepala Desa Alasbayur, Relawati, mengungkapkan dampak signifikan longsor terhadap kehidupan warga Dusun Klompangan. “Selama dua bulan ini, warga terpaksa menempuh jalur memutar yang jauh lebih sulit, bahkan harus berjalan kaki melewati medan yang berat hanya untuk mendapatkan kebutuhan pokok dan layanan kesehatan,” jelasnya.
Kehadiran Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo di lokasi memberikan semangat baru bagi warga , Beliau menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk selalu sigap dalam menghadapi bencana alam dan memastikan tidak ada warga yang terabaikan.
“Ini adalah bukti nyata komitmen kami bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Akses jalan ini merupakan urat nadi kehidupan warga Dusun Klompangan, dan pembukaannya kembali merupakan prioritas utama,” tegas Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang dikenal dengan responsifnya dalam menangani permasalahan masyarakat.
Suasana gembira menyelimuti warga Dusun Klompangan pasca pembukaan akses jalan. Anak-anak kembali dapat bersekolah dengan nyaman tanpa harus menempuh jalur berbahaya, sementara para pedagang kecil mulai mempersiapkan gerobak dagangan mereka untuk kembali berjualan.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Desa Alasbayur perlahan bangkit dari bencana, menatap masa depan dengan harapan baru. Kejadian ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik.
BiroTIN/STB







