
Teropongindonesianews.com
Medan – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menuai kritik atas ketidakkonsistensinya. Selama kampanye Pilkada 2024, ia lantang mengkritik Bimbingan Teknis (Bimtek) pemerintahan desa sebagai pemborosan dana. Namun, saat ini, ratusan aparatur desa se-Kabupaten Tapsel tengah mengikuti Bimtek di Medan (25-28 Agustus 2025), memicu tudingan hipokrisi dan pemborosan anggaran.
Gus Irawan, dalam debat kandidat, menyebut kepala desa di Tapsel sering mengikuti hingga 14 kali Bimtek setahun, bahkan di luar daerah, menyebabkan dana desa terkuras. Ia menjanjikan pembatasan Bimtek untuk efisiensi, sekaligus meraih simpati masyarakat desa yang terbebani biaya perjalanan dan akomodasi.
Ironisnya, Bimtek di Medan—di luar wilayah Tapsel—memperlihatkan ketidakkonsistenan tersebut. Biaya transportasi, penginapan, dan konsumsi untuk ratusan peserta diperkirakan mencapai miliaran rupiah dari APBD atau dana desa. Lokasi Bimtek di luar daerah dinilai pemborosan, terlebih di tengah keluhan masyarakat akan infrastruktur desa yang buruk, seperti jalan rusak dan akses air bersih yang terbatas. Lebih efisien, Bimtek dapat dilaksanakan di tingkat kecamatan dengan mengundang pembicara ke sana. Dengan demikian, uang miliaran rupiah tersebut dapat berputar di daerah sendiri, bukan habis di hotel Medan.
Pengamat pemerintahan daerah menyebut ini sebagai “janji tinggal janji”. Anggaran yang seharusnya diprioritaskan untuk pembangunan desa, justru berpotensi menjadi “liburan berbayar” bagi aparatur, sementara rakyat desa menghadapi inflasi dan kemiskinan. Bimtek serupa di Tapsel pada 2022 menunjukkan pola yang sama tanpa evaluasi. Tanpa transparansi anggaran dan pengawasan ketat, praktik ini hanya menguntungkan pihak ketiga, sementara desa tetap tertinggal.
Ketidakkonsistenan Gus Irawan perlu dijelaskan. Masyarakat Tapsel berhak mengetahui komitmen bupati terhadap efisiensi. Jika pemborosan berlanjut, kepercayaan publik akan terkikis, dan dana negara akan terus “terbuang” tanpa manfaat nyata bagi rakyat.
Mora Siregar







