
Teropongindonesianews.com
Sumenep, 4 Desember 2025 – Lembaga Independent Pengawas Keuangan (LIPK) Kabupaten Sumenep resmi melayangkan surat permohonan audiensi kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madura di Pamekasan. Permohonan itu diajukan untuk membahas dugaan penyimpangan penebusan dan penyimpanan pita cukai oleh sejumlah perusahaan rokok di wilayah Sumenep.

Dalam surat bernomor **35/LIPK/XII/2025**, LIPK menyampaikan bahwa mereka menerima banyak laporan masyarakat terkait adanya perusahaan rokok (PR) berizin di Sumenep yang diduga tidak melakukan kegiatan produksi, namun tetap menebus pita cukai. Selain itu, LIPK menyoroti adanya pembatasan penebusan pita cukai bagi perusahaan rokok yang justru masih melakukan aktivitas produksi secara normal.
Menurut LIPK, kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan serta potensi kerugian negara jika perusahaan yang tidak berproduksi tetap memperoleh pita cukai.
Ketua DPC LIPK Sumenep, **Sayfuddin**, dalam surat tersebut meminta Bea Cukai Madura menyediakan waktu untuk audiensi bersama tujuh perwakilan LIPK. Mereka berharap pertemuan itu dapat memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penyimpangan di lapangan.
> *“Audiensi ini penting untuk memberikan kejelasan atas laporan masyarakat mengenai adanya perusahaan rokok yang tidak memproduksi sama sekali namun tetap menebus pita cukai, serta perlakuan berbeda terhadap perusahaan yang masih aktif produksi,”* tulis LIPK dalam suratnya.
LIPK juga menyinggung bahwa dalam dua tahun terakhir, pihak Bea Cukai Madura dinilai melakukan tindakan tebang pilih dalam penindakan, termasuk pencabutan izin perusahaan rokok tertentu yang dianggap tidak berproduksi.
Dalam surat tersebut, LIPK menegaskan permohonan audiensi bertujuan untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan tata kelola pemerintahan dalam pengawasan cukai.
Tembusan surat ditujukan kepada **Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I di Sidoarjo**, **Menteri Keuangan RI**, serta arsip internal organisasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bea Cukai Madura terkait permohonan audiensi tersebut.
Team






