
Program Nasional Dorong Kualitas Gizi dan Ekonomi Lokal
Teropongindonesianees.com
Bawean, Gresik – Badan Gizi Nasional melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) DuNETTS Kotakusuma telah secara resmi meresmikan operasional Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program strategis pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat.

Acara peresmian dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain Forkopimcam Sangkapura, tokoh agama, tokoh masyarakat, Camat Sangkapura Umar Junid, perwakilan Kapolsek Sangkapura Suryadi, Danramil Sangkapura, serta anggota DPRD Kabupaten Gresik Erik Desembrilian Prabowo dari Partai Demokrat.

Komitmen Menjaga Kualitas Program Nasional
Dalam sambutannya, Camat Sangkapura Umar Junid, S.Sos., M.M., menyatakan bahwa Program MBG merupakan inisiatif nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda di seluruh Indonesia.

“Program MBG ini adalah program strategis pemerintah pusat yang harus kita jaga bersama. Kami mengharapkan kolaborasi penuh antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola agar makanan bergizi yang disediakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi penerimanya,” ujar Umar Junid.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar kebersihan, kualitas bahan makanan, dan pelaksanaan operasional agar program berjalan sesuai dengan tujuan nasional yang telah ditetapkan.
Dukungan DPRD Gresik untuk Peningkatan Ekonomi Lokal
Anggota DPRD Gresik Erik Desembrilian Prabowo, S.E., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program MBG di Pulau Bawean sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, dampak program ini tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki potensi untuk memperkuat ekonomi lokal.
“Selain memberikan manfaat bagi kesehatan dan gizi masyarakat, Program MBG juga dapat membuka peluang kerja serta mendukung produktivitas petani dan nelayan setempat. Kami berharap pengadaan bahan pokok untuk dapur MBG dapat mengutamakan produk lokal, sehingga manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat Bawean,” jelas Erik.
Ia juga mengimbau agar seluruh pihak yang terlibat menjaga prinsip transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
Prosesi Resmi Penandaan Dimulainya Operasional
Kegiatan peresmian berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama Kiai Raden Ali, Kiai Hasan, dan KH Mashudi Wasi. Sebagai simbol resmi dimulainya operasional, prosesi pemotongan pita dilakukan oleh Camat Sangkapura Umar Junid, disaksikan oleh seluruh tamu undangan dan pihak pengelola.
Dapur MBG SPPG DuNETTS Kotakusuma diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi, sekaligus memperkuat sinergi antara berbagai pemangku kepentingan di Pulau Bawean untuk menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan mandiri secara ekonomi.
Program Nasional Dorong Kualitas Gizi dan Ekonomi Lokal
Bawean, Gresik – Badan Gizi Nasional melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) DuNETTS Kotakusuma telah secara resmi meresmikan operasional Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program strategis pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat.
Acara peresmian dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain Forkopimcam Sangkapura, tokoh agama, tokoh masyarakat, Camat Sangkapura Umar Junid, perwakilan Kapolsek Sangkapura Suryadi, Danramil Sangkapura, serta anggota DPRD Kabupaten Gresik Erik Desembrilian Prabowo dari Partai Demokrat.
Komitmen Menjaga Kualitas Program Nasional
Dalam sambutannya, Camat Sangkapura Umar Junid, S.Sos., M.M., menyatakan bahwa Program MBG merupakan inisiatif nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda di seluruh Indonesia.
“Program MBG ini adalah program strategis pemerintah pusat yang harus kita jaga bersama. Kami mengharapkan kolaborasi penuh antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola agar makanan bergizi yang disediakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi penerimanya,” ujar Umar Junid.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar kebersihan, kualitas bahan makanan, dan pelaksanaan operasional agar program berjalan sesuai dengan tujuan nasional yang telah ditetapkan.
Dukungan DPRD Gresik untuk Peningkatan Ekonomi Lokal
Anggota DPRD Gresik Erik Desembrilian Prabowo, S.E., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program MBG di Pulau Bawean sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, dampak program ini tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki potensi untuk memperkuat ekonomi lokal.
“Selain memberikan manfaat bagi kesehatan dan gizi masyarakat, Program MBG juga dapat membuka peluang kerja serta mendukung produktivitas petani dan nelayan setempat. Kami berharap pengadaan bahan pokok untuk dapur MBG dapat mengutamakan produk lokal, sehingga manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat Bawean,” jelas Erik.
Ia juga mengimbau agar seluruh pihak yang terlibat menjaga prinsip transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
Prosesi Resmi Penandaan Dimulainya Operasional
Kegiatan peresmian berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama Kiai Raden Ali, Kiai Hasan, dan KH Mashudi Wasi. Sebagai simbol resmi dimulainya operasional, prosesi pemotongan pita dilakukan oleh Camat Sangkapura Umar Junid, disaksikan oleh seluruh tamu undangan dan pihak pengelola.
Dapur MBG SPPG DuNETTS Kotakusuma diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi, sekaligus memperkuat sinergi antara berbagai pemangku kepentingan di Pulau Bawean untuk menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan mandiri secara ekonomi. JUN





