
Teropongidonesianews.com
Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi (Pemkab Banyuwangi) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran pinjaman instan tanpa memastikan legalitasnya. Imbauan ini disampaikan seiring datangnya bulan Ramadan dan Hari Raya IdulFitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.Peringatan tersebut rutin diperdengarkan di titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitaswarga, seperti di Simpang Lima Kota Banyuwangi dan sejumlah perempatan lampu merah diwilayah Banyuwangi.“Setiap menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami secara rutin mengingatkan masyarakat agartidak mudah tergiur tawaran pinjol ilegal,” kata Kabag Perekonomian Setda Banyuwangi, Heny Sugiharti.Kebutuhan warga yang meningkat saat Ramadan dan Idul Fitri kerap dimanfaatkan oleh oknumtidak bertanggung jawab untuk menawarkan pinjaman online (pinjol) ilegal dengan iming-iming pencairan cepat dan syarat mudah.Heny menjelaskan, pinjol ilegal seringkali menerapkan bunga dan denda yang tidak wajar, sertamelakukan penagihan dengan cara intimidatif. Selain itu, pelaku juga kerap menyalahgunakandata pribadi pengguna.“Pastikan terlebih dahulu legalitasnya dan cek apakah sudah terdaftar di Otoritas JasaKeuangan. Jangan sampai kebutuhan sesaat justru menimbulkan masalah berkepanjangan,”tambahnya.Selain melalui pengeras suara di ruang publik, sosialisasi juga dilakukan melalui media sosialresmi pemerintah daerah, siaran radio lokal, serta jaringan perangkat desa dan kelurahan agarpesan kewaspadaan dapat menjangkau seluruh lapisan warga.Masyarakat diimbau untuk menghindari tautan atau pesan promosi dari nomor tidak dikenalserta tidak sembarangan memberikan data pribadi, termasuk akses ke kontak dan galeri ponselyang kerap disalahgunakan oleh pelaku pinjol ilegal.Di sisi lain, terkait kebutuhan yang kian tinggi pada momen Ramadan dan Idul Fitri, Pemkabjuga mengimbau masyarakat untuk mengelola keuangan secara bijak dan menyesuaikanpengeluaran dengan kemampuan.“Jika terdesak, memanfaatkan layanan keuangan resmi seperti koperasi atau lembagaperbankan terpercaya dapat menjadi solusi,” ujar Heny.“Dengan literasi keuangan yang baik dan kewaspadaan bersama, diharapkan masyarakat dapatmenjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, tanpa beban utang yangmerugikan,” Tandasnya. (NN)





