
Teropongindonesianews.com
PRINGSEWU – Eko Wahyudi, warga Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, kembali menuai sorotan. Lantaran tidak terima atas pemberitaan mengenai permasalahannya, ia diduga melakukan intervensi terhadap wartawan yang meliput kasus tersebut.
Melalui sambungan telepon pada Jumat (13/3/2026), Eko menghubungi wartawan dengan nada tinggi dan menuntut agar berita mengenai dirinya segera dihapus dari peredaran.
“Permasalahan saya dengan Ana sudah selesai. Saya tidak mau tahu, berita harus diturunkan! Kamu memberitakan itu atas izin siapa? Pokoknya hari ini berita harus turun,” tegas Eko dalam percakapan tersebut.
Tak berhenti di situ, Eko juga mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp dengan nada serupa. Ia mempertanyakan instruksi di balik pemuatan berita tersebut dan mengancam akan menyerahkan urusan ini kepada pihak lain.
“Intinya kami tidak mau tahu, ditunggu kabar baiknya. Berita itu harus diturunkan karena masalah ini sudah selesai,” tulisnya dalam pesan singkat.
Hasil Mediasi yang “Pahit” Bagi Korban
Di sisi lain, Ana memberikan keterangan yang berbeda terkait penyelesaian masalah tersebut. Meski membenarkan adanya mediasi kekeluargaan yang digelar di Balai Pekon Mataram pada Jumat pagi, Ana mengungkapkan fakta yang memilukan.
Dalam kesepakatan damai tersebut, kedua belah pihak memang menyatakan tidak akan saling mengganggu. Namun, Ana mengaku tidak mendapatkan bantuan biaya sepeser pun untuk kebutuhan masa kehamilan maupun persalinan mendatang.
“Saya ini janda dan tidak bekerja. Jangankan untuk biaya hamil dan melahirkan, untuk makan sehari-hari saja susah,” ungkap Ana dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
Sebelumnya diberitakan bahwa Ana dan Eko Wahyudi menjalin hubungan asmara sejak Agustus 2025. Hubungan tersebut mengakibatkan Ana hamil, yang kini usianya telah memasuki enam bulan berdasarkan hasil USG dari RS Mitra Husada Pringsewu. Namun, hingga mediasi dilakukan, Eko Wahyudi dikabarkan tetap enggan bertanggung jawab atas kondisi tersebut.
Sadek






