
Teropongindonesianews.com
SURABAYA – Gelombang solidaritas kembali menguat. Para awak media yang tergabung dalam Radar CNN bersama organisasi masyarakat Madura Asli Sedarah (MADAS) menyatakan sikap tegas dengan menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 08 April 2026.
Aksi ini merupakan respons kritis atas lambannya penanganan kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Kepala Biro Radar CNN Surabaya, yang hingga kini proses hukumnya dinilai belum menunjukkan titik terang yang memuaskan.
Peristiwa kekerasan terhadap insan pers ini tidak hanya dipandang sebagai tindak kriminal biasa, namun juga dianggap sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers yang dijamin oleh Undang-Undang. Oleh sebab itu, aksi ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong aparat penegak hukum agar bekerja secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi dalam mengusut tuntas kasus tersebut serta segera menetapkan pihak yang bertanggung jawab.
Dalam seruan aksinya, para peserta membawa pesan moral yang kuat. Mereka menegaskan bahwa praktik kekerasan yang berbalut kepentingan kelompok tidak boleh dibiarkan tumbuh subur di tengah masyarakat.
Massa aksi dengan lantang menyuarakan tuntutan: “Bubarkan ormas yang berbau premanisme!”
Seruan ini merupakan bentuk penolakan tegas terhadap segala bentuk intimidasi, kekerasan, dan tindakan sewenang-wenang yang mencederai rasa keadilan publik dan supremasi hukum.
Aksi ini rencananya akan diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari jurnalis lintas media, aktivis, hingga masyarakat sipil yang peduli terhadap perlindungan profesi pers. Harapannya, suara yang disuarakan mampu mengetuk nurani pemangku kebijakan untuk segera menghadirkan keadilan yang nyata dan menindak tegas pelaku kekerasan.
(Red)




